Dukung Program Gentengisasi Presiden Prabowo, Pemkab Magetan Hadapi Krisis Bahan Baku
Reporter
Basworowati Prasetyo Nugraheni
Editor
A Yahya
09 - Feb - 2026, 11:31
JATIMTIMES – Ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk merombak wajah hunian nasional melalui gerakan gentengisasi mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Magetan.
Kebijakan penggantian atap seng menjadi genteng tanah liat ini dinilai sebagai langkah strategis penataan lingkungan dan peningkatan estetika visual di tingkat nasional.
Baca Juga : Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Pemkot Malang Bredel Reklame Insidentil yang Semrawut
Namun, di balik proyek besar tersebut, ada tantangan struktural serius di tingkat daerah yang berpotensi menghambat implementasi kebijakan ini.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap gagasan ini. Ia menilai momentum yang diambil oleh Presiden Prabowo sangat tepat untuk memacu ekonomi lokal.
"Kami menyambut baik arahan Presiden. Ini momentum yang benar untuk memperindah wajah Indonesia, sekaligus menggerakkan ekonomi berbasis UMKM pedesaan," ujar Suyatni.
Dukungan ini didasarkan pada potensi geografis Magetan yang memiliki basis industri kerajinan tanah liat yang kuat.
Dimana Kabupaten Magetan memiliki sentra produksi genteng yang signifikan di Kecamatan Maospati, Barat, dan Bendo, khususnya di Tanjung Sepreh Desa Dukuh dan, Desa Gulun. Yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya dari produksi genteng. Dimana area pemasarannya di wilayah Bojonegoro, Cepu
Meski potensi produksi tinggi, namun faktanya ketersediaan bahan baku menjadi batu sandungan utama. Meskipun berstatus sebagai sentra produksi, para perajin di Magetan menghadapi kesulitan kronis dalam memperoleh tanah liat berkualitas secara konsisten.
"Kendalanya nyata. Meski potensi sentra itu ada, tantangan terbesarnya adalah kesulitan akses bahan baku tanah lempung. Ini yang harus dicarikan solusinya agar program nasional ini tidak macet di tengah jalan," ungkap Suyatni secara jujur.
Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dicanangkan Presiden sebagai ujung tombak produksi, jika pasokan bahan dasar tidak terjamin di tingkat lokal.
Baca Juga : Pemkab Malang Segera Bangun TPST di Kecamatan Pujon
Gerakan gentengisasi ini bertujuan mengganti atap seng yang dinilai panas dan kumuh dengan genteng tanah liat yang lebih manusiawi dan estetis.
Proyek ini diproyeksikan mengubah lanskap Indonesia dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
Untuk mencapainya, diperlukan keterlibatan masif dari berbagai elemen masyarakat dan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah. Namun kembali lagi bahwa keberhasilan program gentengisasi nasional sangat bergantung pada penyelesaian masalah logistik bahan baku di tingkat lokal.
Meski tantangan pasokan bahan baku masih membayangi, komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan untuk menyukseskan visi Presiden Prabowo dalam menciptakan hunian yang lebih manusiawi dan estetis tetap kuat.
Keberhasilan transformasi lanskap perumahan nasional ini kini bertumpu pada kecepatan pemerintah daerah dan pusat dalam mencari solusi logistik, guna memastikan sentra industri genteng seperti di Magetan dapat beroperasi maksimal tanpa kendala.
