Lulusan Terbukti Unggul, MA Wathaniyah Islamiyah Perpanjang MoU dengan STIE Malangkucecwara

Editor

Dede Nana

16 - Feb - 2026, 03:54

Ketua STIE Malangkucecwara, Drs. Bunyamin, M.M., Ph.D (kanan) dan Kepala Madrasah Aliyah Wathaniyah Islamiyah Kebarongan melakukan penandatanganan MoU (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Reputasi pembelajaran yang konsisten melahirkan lulusan terbaik menjadi alasan utama Madrasah Aliyah Wathaniyah Islamiyah Kebarongan, Banyumas, kembali memperpanjang nota kesepahaman dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara untuk tiga tahun ke depan, Senin, (16/2/2025). Kolaborasi ini dinilai bukan sekadar formalitas, melainkan kemitraan yang sudah terbukti menghasilkan capaian akademik nyata.

Ketua STIE Malangkucecwara, Drs. Bunyamin, M.M., Ph.D., menegaskan bahwa kerja sama ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir dengan hasil yang terukur. Setiap tahun, madrasah tersebut rutin mengirimkan santri untuk melanjutkan studi.

Baca Juga : Pemkot Surabaya Tetapkan Jadwal Pembelajaran Ramadan 1447 H, Tekankan Penguatan Karakter

“Ini perpanjangan dari kerja sama sebelumnya. Sudah tiga tahun mereka mengirimkan peserta didik. Kami berharap kolaborasi ini bisa ditingkatkan lagi, termasuk melalui program sertifikasi dan kunjungan ke sekolah,” ujarnya.

Menurut Bunyamin, kualitas lulusan menjadi indikator paling objektif. Ia menyebut ada alumni dari sekolah keagamaan mitra yang meraih predikat wisudawan terbaik dan melanjutkan studi S2 di Universitas Airlangga.

“Santri mereka sangat berkualitas. Ada yang sekarang melanjutkan S2 di Unair dan meraih posisi terbaik. Ini membuktikan bahwa sekolah berbasis keagamaan tidak bisa dipandang sebelah mata,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sekolah Katolik dan Kristen yang menjalin kerja sama dengan kampusnya pun mampu menembus peringkat sepuluh besar saat kelulusan. Hal ini menunjukkan bahwa pola pembelajaran di STIE Malangkucecwara mampu mengoptimalkan potensi mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Pendekatan pembelajaran di kampus ini, lanjut Bunyamin, tidak hanya menekankan teori, tetapi juga pengalaman akademik yang aplikatif dan terukur. Etika akademik dijaga, kualitas dosen diperkuat, serta jejaring internasional dibangun tanpa gembar gembor berlebihan.

“Kami menjaga etika dalam promosi. Kualitas itu terlihat dari hasilnya, bukan sekadar klaim. Kegiatan internasional dan kerja sama nyata menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran kami,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pak Ben sapaan akrab Ketua STIE Malangkucecwara, menegaskan bahwa kampusnya menghindari kerja sama yang hanya berhenti pada dokumen.

“Kami tidak ingin MoU yang tidur. Aktivitasnya harus nyata. Dimulai dari kunjungan, berkembang menjadi program kredit transfer. Pembelajaran kami dirancang aktif dan aplikatif,” ujarnya.

Baca Juga : Gotong Royong Polres Ngawi Bantu Bersihkan Rumah Korban Banjir di Sirigan

Kepala MA Wathaniyah Islamiyah Kebarongan, Taufik, mengakui bahwa keputusan memperpanjang kerja sama dilandasi pengalaman positif para alumninya. Kerja sama ini bermula sejak 2019, ketika salah satu santrinya diterima dan kemudian lulus sebagai salah satu wisudawan terbaik.

“Sejak 2019 kami mengirim santri. Alumni pertama kami termasuk wisudawan terbaik. Sejak itu setiap tahun kami mendapat kuota dua hingga tiga santri untuk kuliah di sini,” ungkap Taufik.

Ia menilai kualitas output menjadi faktor paling meyakinkan. Lulusan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki daya saing hingga diterima di kampus negeri untuk studi lanjutan.

“Yang kami lihat adalah hasilnya. Ada alumni yang lanjut S2 di perguruan tinggi negeri. Itu menjadi bukti bahwa pembelajarannya memang bagus,” katanya.

Selain reputasi akademik, Taufik juga menyoroti peluang internasional yang dibuka kampus, termasuk program mobilitas mahasiswa setelah semester lima dengan biaya yang relatif terjangkau. Bagi madrasah dengan jumlah santri besar di Banyumas, peluang tersebut menjadi daya tarik tersendiri.