Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan 2026: Bacaan Arab, Latin, Arti dan Hukum Lengkapnya
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
17 - Feb - 2026, 02:45
JATIMTIMES - Menyambut bulan suci Ramadan 2026, umat Islam di berbagai daerah mulai melakukan beragam persiapan. Selain menata hati dan memperbaiki niat, sebagian masyarakat Indonesia juga memiliki kebiasaan mandi sebelum memasuki Ramadan. Tradisi ini dipercaya sebagai simbol membersihkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, agar lebih siap menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan Islam mengenai mandi sebelum Ramadan? Apakah wajib atau hanya sunnah? Berikut penjelasan lengkap beserta bacaan niat dalam tulisan Arab, latin, dan artinya.
Baca Juga : Wakili Indonesia di Dubai, Bupati Malang Apresiasi Aisyah Ar-Rumy Siswi SD Tahfidz Daarul Ukhuwwah Pakis
Hukum Mandi Sebelum Ramadan
Dalam ajaran Islam, tidak ada dalil khusus yang mewajibkan atau secara spesifik menganjurkan mandi sebelum memasuki bulan Ramadan. Artinya, mandi sebelum Ramadan bukanlah kewajiban dan tidak termasuk syarat sah puasa.
Meski demikian, sebagian ulama menjelaskan adanya kesunnahan mandi pada malam-malam Ramadan. Dalam kitab I’anatut Thalibin, disebutkan bahwa umat Islam disunnahkan mandi pada setiap malam Ramadan, termasuk malam pertama. Mandi ini dimulai sejak terbenamnya matahari (waktu Maghrib) hingga terbit fajar (Subuh).
Jadi, mandi sebelum puasa Ramadan lebih bersifat anjuran (sunnah) dan bukan kewajiban, kecuali bagi mereka yang memang sedang dalam keadaan hadas besar.
Perbedaan Mandi Sunnah dan Mandi Wajib
Penting untuk membedakan antara mandi sunnah menyambut Ramadan dan mandi wajib karena hadas besar.
1. Mandi Sunnah
• Dilakukan sebagai bentuk anjuran.
• Tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa.
• Bisa dilakukan pada malam Ramadan sebagai bentuk persiapan ibadah.
2. Mandi Wajib
• Dilakukan karena adanya hadas besar.
• Wajib sebelum melaksanakan ibadah seperti salat dan puasa.
• Jika tidak dilakukan, ibadah tertentu menjadi tidak sah.
Seseorang yang dalam keadaan junub, selesai haid, atau nifas wajib mandi sebelum menjalankan ibadah puasa agar dapat melaksanakan salat Subuh dan ibadah lainnya dalam keadaan suci.
Waktu Mandi Sunnah di Bulan Ramadan
Waktu mandi sunnah pada malam Ramadan dimulai sejak terbenamnya matahari (masuk waktu Maghrib) hingga sebelum terbit fajar shadiq (masuk waktu Subuh). Artinya, jika ingin mandi sunnah pada malam pertama Ramadan, maka dapat dilakukan setelah Maghrib hingga sebelum Subuh hari pertama puasa.
Niat Mandi Sunnah Malam Ramadan
Berikut bacaan niat mandi sunnah pada malam Ramadan:
Tulisan Arab
نَوَيْتُ أَدَاءَ الغُسْلِ المَسْنُونِ لِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ اللَّهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu ada’al ghuslil masnuuni lii fii haadzihil lailati min ramadhaana lillaahi ta’aalaa.
Artinya
“Aku berniat melaksanakan mandi yang disunnahkan bagiku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan
Jika seseorang dalam keadaan hadas besar, maka wajib mandi terlebih dahulu. Berikut bacaan niatnya:
1. Niat Mandi Wajib (Umum)
Tulisan Arab
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbar lillahi ta’aalaa.
Artinya
“Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Mandi Junub
Tulisan Arab
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin
Baca Juga : Kirab dan Penguatan Spiritual, Jadi Cara MIN 2 Kota Malang Sambut Ramadan 1447 H
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal jinaabati fardhan lillaahi ta’aalaa.
Artinya
“Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”
Doa Setelah Mandi Wajib
Setelah mandi, dianjurkan membaca doa berikut:
Tulisan Arab
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alni minat tawwaabiin, waj’alni minal mutathahhiriin.
Artinya
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.”
Tata Cara Mandi Wajib
Berikut langkah-langkah mandi wajib yang benar:
• Membaca niat dalam hati sebelum mulai mandi.
• Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.
• Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis dengan tangan kiri.
• Berwudhu seperti wudhu untuk salat.
• Mengguyur kepala sebanyak tiga kali hingga air merata ke kulit kepala dan rambut.
• Menyiram seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan lalu sisi kiri.
• Pastikan air mengalir dan membasahi seluruh permukaan kulit tanpa ada bagian yang terlewat.
Perlu diketahui, jika seseorang masih dalam keadaan junub ketika masuk waktu Subuh, puasanya tetap sah selama ia telah berniat puasa. Namun, ia wajib segera mandi sebelum melaksanakan salat Subuh agar dapat beribadah dalam keadaan suci.
Hal ini menunjukkan bahwa mandi wajib bukan syarat sah puasa, melainkan syarat sah untuk melaksanakan salat.
Mandi sebelum Ramadan bukan sekadar membersihkan tubuh dari kotoran, tetapi juga menjadi simbol kesiapan menyucikan hati dari dosa, dendam, dan kesalahan. Ramadan adalah bulan ampunan dan kesempatan memperbaiki diri.
Dengan tubuh dan hati yang bersih, diharapkan ibadah puasa, salat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan amalan lainnya dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran.
Mandi sebelum Ramadan tidak wajib, tetapi dianjurkan sebagai bentuk persiapan diri menyambut bulan suci. Sementara itu, mandi wajib harus dilakukan jika seseorang berada dalam keadaan hadas besar agar dapat menjalankan ibadah dengan sah.
Semoga Ramadan 2026 menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan hati yang lebih bersih dan niat yang tulus.
