Unikama Buka Jalur RPL Afirmasi, 151 Guru PAUD Naik Level Profesional

12 - Mar - 2026, 04:33

Sebanyak 151 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Afirmasi di Unikama (ist)

JATIMTIMES – Sebanyak 151 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Afirmasi di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama). Program ini memberi ruang bagi pengalaman mengajar para guru untuk diakui sebagai bagian dari proses akademik dalam perkuliahan.

Para peserta bukan pendatang baru dalam dunia pendidikan. Mereka telah lama berhadapan langsung dengan dinamika pembelajaran anak usia dini. Melalui skema RPL Afirmasi, pengalaman tersebut dipadukan dengan penguatan teori dan pendekatan akademik agar kompetensi mereka semakin terstruktur dan profesional.

1

Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, M.Si menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab untuk memastikan program ini benar-benar memberi dampak pada kualitas para guru.

Baca Juga : Mudik 2026, Penumpang Kereta di Daop 8 Surabaya Diprediksi Naik 7 Persen

“Kita memiliki 151 guru yang setiap harinya sudah bergelut dengan anak-anak. Mereka butuh bekal tambahan untuk memperkuat teori dan praktik mereka di lapangan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan program belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa suasana pembelajaran yang profesional dan relevan harus menjadi perhatian utama dalam proses perkuliahan.

“Oleh karena itu, bagaimana kita menciptakan suasana pembelajaran yang baik, profesional, dan relevan menjadi kunci utama,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembelajaran dalam program afirmasi tidak boleh hanya berisi teori. Para guru membutuhkan materi yang mampu menjawab situasi nyata di ruang kelas.

2

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unikama, Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita, M.Pd, juga menyoroti pentingnya dukungan sistem akademik bagi mahasiswa jalur RPL.

“Support dan dukungan dari berbagai sektor terkait sangatlah penting, demi kelancaran dan suksesnya program RPL Afirmasi ini,” ujarnya di hadapan jajaran dosen.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar peserta merupakan guru aktif yang tetap menjalankan aktivitas mengajar setiap hari. Kondisi tersebut menuntut sistem pembelajaran yang fleksibel dan adaptif.

Baca Juga : Bentuk Satgas RAFI, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Jamin Kelancaran Distribusi dan Ketersediaan Stok BBM

Dalam rapat koordinasi awal, berbagai aspek teknis mulai dibahas. Salah satunya adalah penerapan metode pembelajaran campuran yang memungkinkan mahasiswa tetap mengajar sambil mengikuti perkuliahan.

Selain itu, penugasan dosen pembimbing akademik juga menjadi perhatian agar para mahasiswa mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dengan total 151 peserta, program ini menunjukkan upaya serius kampus dalam memperkuat kualitas tenaga pendidik di bidang pendidikan anak usia dini. Tidak sekadar mengejar gelar akademik, tetapi memastikan para guru memiliki fondasi keilmuan yang lebih kuat.

Guru PAUD menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Melalui pengakuan atas pengalaman mengajar yang dipadukan dengan pendidikan formal, program ini diharapkan melahirkan pendidik yang tidak hanya berpengalaman tetapi juga memiliki landasan akademik yang kokoh.