Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Malang Kembangkan Tiga Varietas Padi untuk Sukseskan Ketahanan Pangan Nasional

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya

25 - May - 2026, 07:10

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Saniputeras saat ditemui di Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (23/5/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang saat ini tengah mengembangkan tiga varietas padi unggul dalam rangka mendukung dan menyukseskan program ketahanan pangan nasional. 

Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicenna Medisica Saniputera menyampaikan, tiga jenis varietas padi unggul di antaranya Padi Sukma, Padi Sukonandi dan Padi Kasima. Ketiga varietas padi unggulan tersebut saat ini sedang berproses untuk selanjutnya disebar kepada petani di seluruh Kabupaten Malang. 

Baca Juga : AZWI Minta Pemda Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

Pria yang akrab disapa Avi itu menjelaskan, untuk varietas Padi Sukma dikembangkan oleh petani asal Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang yakni Ngateman. Padi dengan varietas Sukma ini memiliki keunggulan terkait produktivitas. Di mana untuk varietas padi biasa menghasilkan tujuh ton dalam satu hektare. Sedangkan untuk varietas Padi Sukma bisa mencapai 12 sampai 15 ton dalam satu hektare. 

"Ini sekarang kami sedang menunggu SK pelepasan dari Kementerian Pertanian RI. Sehingga nanti setelah keluar SK bisa kita proses izin edarnya, agar penyebarannya bisa lebih masif lagi secara formal kepada masyarakat petani. Karena bisa meningkatkan produktivitas padi hingga 30 persen," ungkap Avi kepada JatimTIMES.com. 

Pihaknya juga berharap agar Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian RI untuk padi unggulan varietas sukma dapat segera turun, agar produksi padi dapat meningkat untuk menuju ketahanan pangan. "Mudah-mudahan bisa secepatnya. Kalau SK nya cepat, Insya Allah tahun depan sudah bisa kita rilis," tutur Avi. 

Selanjutnya, DTPHP Kabupaten Malang juga sedang melakukan penelitian dan pengembangan terhadap varietas Padi Sukonandi. Varietas Padi Sukonandi sendiri merupakan asli pengembangan dari wilayah Kecamatan Singosari dan Kecamatan Karangploso. 

"Itu Padi Sukonandi sedang kami coba pengembangan. Karena padi ini kan aslinya padi Jawa usia lima bulan. Ini sedang kita kejar dulu, kalau sudah masuk di usia empat bulan dan performance atau pertumbuhannya stabil, itu nanti bisa kita usulkan lagi jadi padi unggulan. Sedang kita lakukan penelitian untuk Padi Sukonandi," jelas Avi. 

Baca Juga : DPRD Kota Malang Dorong Evaluasi Sekolah Rakyat, Pastikan Program Tak Sekadar Uji Coba

Kemudian DTPHP Kabupaten Malang saat ini juga sedang mengembang varietas Padi Kasima. Di mana untuk penelitian varietas Padi Kasima saat ini masih belum lulus sidang yang diuji oleh 25 akademisi di bidang pertanian. 

"Kasima belum lulus sidang, harus perbaikan lagi. Sidang itu kan diuji oleh kurang lebih 25 profesor. Jadi laporannya itu dilihat, bagaimana intensitas penelitiannya semua, laporannya harus ada perbaikan. Kemungkinan nanti akan ada sidang ulang," beber Avi. 

Lebih lanjut, pihaknya berharap pengembangan tiga varietas padi tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses, sehingga dapat memiliki produktivitas yang tinggi dan menghasilkan beras unggulan demi menyukseskan program ketahanan pangan nasional.