Perluas Pasar UMKM Desa, KKN Unisba Blitar Bekali Warga Bendowulung Strategi Digital
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Aug - 2026, 03:01
JATIMTIMES – Transformasi digital mulai menyentuh cara pelaku usaha di desa memperluas pasar. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Bendowulung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, memanfaatkan pemasaran digital untuk meningkatkan omzet sekaligus menjangkau konsumen lebih luas.
Upaya tersebut dilakukan Kelompok 10 KKN Unisba Blitar melalui Seminar Optimalisasi Pemasaran Digital untuk Memajukan Omzet dan Jangkauan Pasar bagi Pelaku UMKM. Kegiatan yang menjadi program kerja utama mahasiswa KKN di Desa Bendowulung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, itu digelar Rabu (12/8/2026) malam.
Baca Juga : Garap Raperda Obat Bahan Alam, DPRD Jatim Dorong Jamu Masuk Fasilitas Kesehatan Formal
Seminar menghadirkan Luhur Aditia Prayudi, M.Agr. sebagai narasumber. Kegiatan turut didampingi dua dosen pembimbing lapangan (DPL), yakni Abdi Pandu Kusuma, S.Kom., M.T. dan Lisanatun Kasanah, S.Si., M.Sc.
Program tersebut berangkat dari peluang besar yang ditawarkan ekosistem digital bagi usaha skala desa. Pemasaran tidak lagi bergantung pada konsumen di sekitar tempat usaha. Media digital memungkinkan produk lokal diperkenalkan kepada calon pembeli dengan jangkauan yang jauh lebih luas.
Kepala Desa Bendowulung Sugeng Yulianto, S.E. menyambut positif keterlibatan mahasiswa dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM. Menurut dia, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi semakin penting seiring perubahan perilaku konsumen.
“Pelaku UMKM perlu terus beradaptasi dengan perkembangan pemasaran saat ini. Kami berharap pengetahuan yang diberikan mahasiswa KKN Unisba Blitar dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk Bendowulung kepada pasar yang lebih luas,” kata Sugeng.

Seminar dirancang tidak sebatas mengenalkan konsep pemasaran digital. Warga didorong memahami bagaimana kanal digital dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pengembangan usaha, mulai dari memperluas promosi hingga membuka peluang peningkatan penjualan.
DPL KKN Unisba Blitar, Abdi Pandu Kusuma, mengatakan program kerja mahasiswa diarahkan agar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi KKN.
“KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin pelaku UMKM semakin siap memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya,” ujar Abdi.
Baca Juga : PKKMB di Mata Pakar Komunikasi UB: Jangan Ajarkan Kepatuhan, Bangun Nalar Kritis
Dalam seminar, Luhur Aditia Prayudi mengajak pelaku UMKM melihat pemasaran digital sebagai peluang untuk memperkuat daya saing. Kehadiran produk di ruang digital memungkinkan usaha kecil membangun pasar tanpa dibatasi wilayah geografis.
“Digital marketing membuka kesempatan bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Yang penting bukan sekadar hadir di platform digital, tetapi bagaimana memanfaatkannya secara konsisten untuk mengenalkan produk dan membangun pasar,” kata Luhur.
Program Kelompok 10 KKN Unisba Blitar itu sekaligus memperkuat peran kampus dalam pembangunan desa. Melalui literasi pemasaran digital, UMKM Bendowulung didorong semakin adaptif dan mampu membawa produk lokal menjangkau pasar yang lebih luas.
