Dari Pengamanan hingga Pelayanan Publik, 14 Bulan Rekam Jejak Kombes Pol Nanang Haryono di Polresta Malang Kota

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

14 - Jan - 2026, 11:47

Kombes Pol Nanang Haryono bersama Kombes Pol Putu Kholis Aryana saat pisah sambut di halaman Polresta Malang Kota, Rabu (14/1/2026). (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Masa tugas Kombes Pol Nanang Haryono sebagai kapolresta Malang Kota selama 14 bulan meninggalkan banyak cerita tentang kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Di tengah dinamika Kota Malang, Nanang dikenal sebagai sosok pemimpin yang tenang, tegas, namun tetap mengedepankan sisi humanis dalam setiap kebijakan.

Selama menjabat, Nanang kerap turun langsung memimpin anggotanya, terutama saat situasi kota dihadapkan pada berbagai aksi massa dan isu sensitif. Ia memilih merangkul banyak pihak, mulai dari TNI, Pemerintah Kota Malang, hingga elemen masyarakat, untuk menjaga kondusivitas wilayah.

Baca Juga : Pisah Sambut Kapolresta Malang Kota, Ini Kiprah Kombes Pol Putu Kholis

Pendekatan persuasif menjadi ciri khasnya, tanpa mengesampingkan ketegasan demi menjaga keamanan bersama. Tak hanya fokus pada keamanan, Nanang juga memberi perhatian besar pada isu sosial.

"Selain mengawal Astacita Presiden, tugas utama kami untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat juga menjadi prioritas utama,” ungkap Kombes Pol Nanang, Rabu (14/1/2026).

Polresta Malang Kota di bawah kepemimpinannya aktif mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk anak-anak, sekaligus mendukung vaksinasi HPV gratis bagi ribuan remaja putri. Bagi Nanang, tugas kepolisian bukan semata soal penegakan hukum, tetapi juga memastikan masa depan generasi muda terlindungi.

Di internal kepolisian, kebiasaan commander wish setiap pagi menjadi rutinitas yang melekat. Personel Polresta Malang Kota dikerahkan membantu masyarakat di jam-jam sibuk, mengurai kemacetan, sekaligus mengedukasi pengendara agar tertib berlalu lintas.

Tak jarang, pendekatan simpatik seperti pemberian helm gratis membuat masyarakat merasa ditegur sekaligus diperhatikan. Hasilnya, berbagai kasus kriminal berhasil ditangani dengan cepat.

Pengungkapan kasus narkoba skala besar, penyelamatan korban penculikan anak dalam hitungan jam, hingga penindakan pelaku kejahatan terhadap anak dan perempuan menjadi bukti meningkatnya rasa aman di tengah warga Kota Malang.

Baca Juga : Angin Puting Beliung Terjang Mlandingan Situbondo

“Aplikasi WhatsApp (WA) di nomor 081137802000 yang disertai fittur tombol panic button itu sangat membantu kerja kami dalam identifikasi kejahatan lebih dini,” imbuh l Nanang.

Pelayanan publik juga dibuat semakin mudah lewat inovasi digital. Fitur panic button yang terhubung dengan layanan WhatsApp Polresta Malang Kota memungkinkan warga melapor hanya dengan satu sentuhan. Laporan langsung terkirim serta lokasi, sehingga petugas bisa segera merespons.

Peran bhayangkari di masa kepemimpinan Nanang pun tak kalah terasa. Bersama sang istri, Nany Nanang Haryono, berbagai kegiatan sosial rutin digelar, mulai dari bantuan untuk warga kurang mampu, yatim piatu, hingga program sembako murah. Kehadiran bhayangkari menjadi jembatan yang mempererat hubungan Polri dan masyarakat.

Kepemimpinannya dikenang bukan hanya lewat capaian angka, tetapi juga lewat rasa aman dan kedekatan yang dirasakan warga Kota Malang. Kombes Pol Nanang juga meninggalkan fondasi yang kuat, aparat yang solid, pelayanan yang semakin responsif, serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat.