Tembok Penahan Tebing Sepanjang 25 Meter Longsor, Arus Lalu Lintas Malang-Kediri Tersendat

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya

14 - Jan - 2026, 08:41

Kondisi lokasi tembok penahan tanah tebing pasca longsor yang dilaporkan mengakibatkan arus lalu lintas terganggu. (Foto: BPBD Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Tembok Penahanan Tanah (TPT) pada tebing di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang longsor. Akibatnya, material longsor dilaporkan mengganggu akses lalu lintas kendaraan yang melintas di lokasi kejadian.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menyebut, peristiwa longsor tersebut terjadi pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 23.25 WIB. Di mana, hingga saat ini, Rabu (14/1/2026) penanganan pasca longsor dilaporkan masih terus berlangsung.

Baca Juga : Garuda Indonesia Group Angkut 1,5 Juta Penumpang selama Peak Season Nataru 2025/2026

"Penanganan longsor pada hari ini turut dilangsungkan dengan pendistribusian bantuan berupa empat lembar terpal untuk menanggulangi sementara dampak longsor," ujar Sadono, Rabu (14/1/2026).

Sadono menyebut, longsor pada tembok penahan tanah tebing di Desa Bendosari tersebut diduga dipicu karena intensitas curah hujan yang terjadi sejak Selasa (13/1/2026) sore. "Akibatnya, TPT di pinggir jalan pada jalur provinsi dengan panjang sekitar 25 meter, tinggi empat meter dan ketebalan satu meter longsor yang kemudian menutup sebagian badan jalan," beber Sadono.

Pasca kejadian tersebut, disampaikan Sadono, arus lalu lintas sempat menerapkan sistem buka tutup. Sehingga kendaraan yang melintas terpaksa harus lewat bergantian. "Lalu lintas pada jalur Malang-Kediri terganggu sementara waktu karena adanya material tanah longsor tersebut," imbuhnya.

Data BPBD Kabupaten Malang menyebutkan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka pada peristiwa tersebut. Sementara untuk kerugian materiil hingga kini masih dalam pendataan.

"Kami juga turut menggunakan alat berat pada penanganan longsor tersebut. Sementara untuk TPT yang longsor juga telah kami tutup terpal guna mengantisipasi kejadian susulan," imbuhnya.

Baca Juga : Sinergi Keselamatan, MPM Honda Jatim Dukung Program HELMON Polres Pasuruan

Berdasarkan laporan terbaru yang dihimpun JatimTIMES, penanganan dan pembersihan longsor pada area jalan telah selesai dilaksanakan dengan turut menggunakan alat berat dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Terpantau, pada Rabu (14/1/2026) malam, akses jalan telah kembali dapat dilalui dengan lancar.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Damkar (Pemadam Kebakaran) untuk dilakukan penyemprotan jalan pada dampak tanah longsor guna meminimalisir kondisi jalan yang licin," pungkas Sadono.