Duet mematikan milik Barcelona, Ronaldinho dan Messi. (Football Times)
Duet mematikan milik Barcelona, Ronaldinho dan Messi. (Football Times)

Siapa yang tidak kenal dengan Ronaldinho? Pemain dengan skill tinggi yang pernah bermain bersama Paris Saint-Germain (PSG), Barcelona, hingga AC Milan. 

Ternyata pemain nasional Brazil itu harus dijual Barcelona agar tidak memengaruhi Lionel Messi di dunia malam. Saat itu, Ronaldinho adalah bintang di Barcelona dan Messi yang masih berusia muda merupakan calon bintang Barcelona.

Baca Juga : Kerasnya Rivalitas Sepak Bola Amerika Latin Hingga Intrik Untuk Raih Kemenangan

Di balik permainannya yang menawan, ternyata pemain yang gemar mengenakan jersey nomor punggung 10 itu ternyata memiliki sisi negatif. Yakni gemar dunia malam. Karena itu, Ronaldinho  dijual Barcelona untuk menyelamatkan Lionel Messi yang sebelumnya juga sempat terkena dampak negatif gaya hidup Ronaldinho yang senang dunia malam.

Ronaldinho salah satu pesepak bola besar pada masanya yang pernah dihujani berbagai masalah. Nama besarnya sebagai pemain sepak bola mulai luntur tatkala ia harus dilepas Barcelona karena kehidupan malamnya.

Kisah pemain berjuluk The Smilling Magician itu dijual Barcelona demi selamatkan Messi dari kehidupan malam membawa kebangkrutan karirnya. Prestasinya Ronaldinho terus meredup.

Ronaldinho yang kini telah pensiun sebagai pemain sepakbola itu pernah membela Barcelona pada periode 2003 hingga 2008 dan turut andil dalam mempersembahkan trofi Liga Champion musim 2005 -2006 sekaligus 2 trofi LaLiga.

Ronaldinho lahir di Porto Alegre, salah satu daerah miskin dengan mayoritas perkampungan kumuh di Brazil, tepat pada 21 Maret 1980 dengan nama asli Ronaldo De Assis Moreira. Ayahnya bernama Joao Moreira dan ibu bernama Miguelina De Assis.

Layaknya pesepak bola ternama Brazil lainnya, Ronaldinho berasal dari keluarga yang kurang mampu. Namun, kehidupannya mulai berubah ketika sang kakak, Roberto de Assis Moreira, yang berusia 10 tahun lebih tua darinya direkrut salah satu klub besar Brazil, Gremio.

Penghasilan besarnya di Gremio membuat Roberto berhasil mengangkat ekonomi keluarganya. Dia bahkan membelikan keluarganya sebuah rumah baru lengkap dengan kolam renang, fasilitas yang justru merenggut nyawa ayahnya di kemudian hari.

Namun sayang, karir Roberto sebagai pesepak bola harus berakhir lebih cepat setelah dia menderita cedera serius. Keahlian Roberto mengolah si kulit bundar menurun kepada Ronaldo, yang tak lain nama panggilan Ronaldinho.

Sebutan Ronaldinho, yang bahasa Portugis berarti Ronaldo kecil, mulai disematkan kepadanya karena ia memiliki perawakan mungil jika dibandingkan dengan rekan-rekannya yang lain.

Januari 1998, Ronaldinho yang kala itu masih berusia 8 tahun harus menerima kenyataan sangat pahit. Ayahnya, Joao Moreira, ditemukan meninggal dunia akibat serangan jantung ketika sedang berenang di kolam renang rumahnya.

Bagi Ronaldinho, ayahnya adalah seorang panutan dalam hidup. Namun, sejak kematian ayahnya, Ronaldinho mulai menganut paham kehidupan YOLO (You Only Live Once), yang membuatnya sering menghabiskan hidup dengan cara bersenang-senang dan pesta di kemudian hari.

"Hidup itu singkat dan bisa berakhir tanpa disengaja. Jadi, nikmati saja selagi Anda bisa melakukannya," kata Ronaldinho dikutip dari live blogger.

Memulai karir profesional pada 1998, nama Ronaldinho mulai dikenal dunia ketika didatangkan Barcelona dari PSG pada tahun 2003. Dengan senyuman yang khas ditambah aksi-aksinya yang ikonik semacam fliplap elastico, no look passing, hingga gaya ala jogo bonito, membuat Ronaldinho mudah dikenang publik.

Permainannya meledak-ledak di atas lapangan, ditambah instingnya yang tinggi dalam mencetak gol, membuat Ronaldinho akhirnya dianugrahi penghargaan Ballon d'Or (Pemain Terbaik Dunia) pada 2005 silam.

Walaupun masih menjanjikan penampilan yang manis, Barcelona terpaksa harus mendepaknya pada musim panas 2008. Pelepasan Ronaldinho berbarengan dengan Deco yang tak lain adalah sahabat karibnya.

Ronaldinho yang kala itu masih berada di usia emas sepak bola, 28 tahun, akhirnya berlabuh bersama AC Milan. Menurut penuturan mantan pemain Barcelona asal Belarusia, Alexander Hleb, keputusan Barcelona untuk melepaskan Ronaldinho tidak lain karena kehidupan liarnya di luar lapangan yang sering berpesta dan mabuk-mabukan.

"Ronaldinho dan Deco sering datang ke tempat latihan dalam kondisi mabuk. Itulah kenapa mereka dijual pada 2008. Karena Barcelona takut keduanya akan memberikan pengaruh buruk kepada Lionel Messi," kata Hleb.

Ya, Messi -yang kala itu masih berusia 20 tahun-memang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Deco dan Ronaldinho. Bahkan pemain yang kini telah meraih 6 kali Ballon d'Or itu menyebut mereka sebagai malaikat penolong karena banyak membantunya beradaptasi di Barcelona.

Dikisahkan bahwa suatu hari, ketika tidak ada yang bersedia berbicara dengan Messi, Deco dan Ronaldinho yang pertama menyapa  pemain yang memang dikenal pemalu itu.

Bukti lain kedekatan keduanya dengan Messi adalah soal nomor punggung. Di awal karirnya bersama Barcelona, Messi  memilih menggunakan nomor punggung 30, gabungan dari nomor 20 milik Deco dan 10 milik Ronaldinho.

Baca Juga : Sejarah Kelam Sepak Bola, Mulai Tipu Klub Hingga Ganti Kelamin

Bahkan ketika meninggalkan Barcelona, Ronaldinho hanya ingin mewariskan nomor punggungnya kepada Messi.

Sebelum meninggalkan klub, Ronaldinho memiliki beberapa bulan untuk berpikir. "Dia sudah berpikir untuk meninggalkan klub dan dia bilang kepada saya untuk menggunakan nomor punggungnya," ujar Lionel Messi seperti dilansir Sport.

Selain mabuk dan kehidupan malam, wanita juga menjadi perusak karir Ronaldinho. Bahkan dalam pengakuannya, dia sudah melakukan hubungan seks sejak berusia 13 tahun. Kemudian sudah banyak juga wanita yang dikencaninya  pria yang kini berusia 40 tahun tersebut, mulai dari artis, presenter tv, hingga model.

Dilansir dari ODIA, Ronaldinho menikahi dua wanita sekaligus, Priscilla Coelho dan Beatriz Souza, Dalam sebuah seremoni di Rio De Janeiro, Brazil, pada Agustus 2018.

Sementara ketika masih bermain di Camnel, Ronaldinho juga mengakui bahwa dia adalah seorang playboy. "Pada masa lalu aku tidak setia dan tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Selama berkiprah di Barcelona, aku sering berhubungan seks sebelum pertandingan," ungkap Ronaldinho pada sebuah wawancara dengan majalah pria dewasa Playboy.

Karir Ronaldinho yang dulu mentereng bersama Barcelona mulai mengalami penurunan drastis setelah meninggalkan AC Milan pada 2011. Ketika membela AC Milan, ia sebenarnya masih sempat menunjukkan penampilan yang bagus walaupun kehidupan malam tetap melekat dengannya.

Pernah suatu hari, tepatnya jelang Derby Della Madonnina melawan Inter Milan, Ronaldinho diusir oleh para penggemar I Rossoneri dari sebuah kelab malam karena tidak ingin melihat pemain idolanya tampil loyo di laga penting.

Usai membela AC Milan, nama Ronaldinho secara berlahan mulai menghilang dari peredaran. Dan namanya kembali mencuat pada 2015. Namun bukan karena prestasinya di lapangan hijau, melainkan karena kasus penyalahgunaan lingkungan.

Dilansir Marca, Ronaldinho dan kakaknya membangun anjungan pemancingan ikan di Danau Guaiba pada 2015, yang sialnya merupakan area konservasi dilindungi di Porto Alegre. Sehingga membuat mereka dijatuhi denda sebesar 1,9 juta Euro atau kira-kira sebesar Rp 30 miliar.

Semakin menipisnya keuangan membuat Ronaldinho dan sang kakak, Roberto, menolak untuk membayar denda tersebut. Sehingga pemerintah Brazil memutuskan untuk menyita paspor mereka dan tidak akan menerbitkan dokumen baru sampai keduanya membayar denda.

Ronaldinho yang dulu sempat bergaji Rp 2 miliar per pekan kini memang mulai mengalami kebangkrutan. Dan dilansir Marca pada 2018 yang lalu, ia hanya menyisakan 6 Euro atau Rp 107 ribu di rekening pribadinya.

Situasi keuangan yang semakin memburuk membuat Ronaldinho harus menggemplang pajak untuk 57 properti miliknya senilai Rp 70 miliar pada Juli 2019.

Kini Ronaldinho juga harus mendekam di penjara di Paraguay, tepatnya di ibu kota Asunsion. Dilansir dari Bolasport.com, Ronaldinho didakwa berusaha melakukan pemalsuan paspor bersama kakaknya ketika berusaha memasuki negara itu untuk menghadiri acara amal dan peluncuran buku.

Menariknya, dalam paspor palsu itu tertuliskan bahwa Robaldinho adalah warga naturalisasi Paraguay. Perbuatan itu membuatnya harus mendekam dipenjara selama 6 bulan dan ditempatkan di sel khusus bersama dengan napi kejahatan kelas berat.

Kemudian sempat beredar kabar bahwa Messi sempat ingin membebaskannya dari penjara. Namun dilansir dari Sport, Messi enggan memberi bantuan hukum kepada Ronaldinho, termasuk memberikan uang jaminan sebesar Rp 71 miliar untuk membebaskannya.

"Messi sangat sedih dengan situasi pribadi Robaldinho, tetapi dia tidak pernah membantu secara ekonomi atau hukum untuk mengeluarkan mantan pemain sepak bola Brasil itu dari penjara," tulis perwakilan Messi seperti dilansir Sport. <