Gunain (50), menunjukkan foto keponakannya yang diyakini hilang diculik wewe gombel. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Gunain (50), menunjukkan foto keponakannya yang diyakini hilang diculik wewe gombel. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Fatchur Rozi (31), warga Dusun Surobayan, Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Jombang, hilang secara misterius. Ada yang meyakini korban diculik makhluk halus. Saat ini keluarga berharap kepada polisi untuk mencari korban.

Paman korban, Gunain (50) mengatakan, keponakannya hilang secara misterius pada Senin (14/9/2020) pukul 03.00 WIB. Saat itu, ibu korban, Paini (52), mengetahui pintu rumahnya terbuka. Ketika dicari, korban sudah tidak berada di kamar. 

Baca Juga : 64 Pengendara Tak Bermasker di Jombang Didenda Rp 50 Ribu

"Jam 3 hari senin dini hari, waktu itu ibunya keluar melihat pintu rumah sudah terbuka. Kemudian dicari di kamar tidak ada. Pihak keluarga terus mencari ke sawah dan ke sekitar jalan tol," ujarnya kepada wartawan di rumah korban, Selasa (15/9/2020).

Disampaikan Gunain, banyak warga yang meyakini bahwa korban dibawa oleh wewe gombel. Dari situ, warga dan paranormal di Jombang membantu dengan cara ritual di kebun bambu belakang rumah korban, sebagai bentuk ikhtiar pencarian Fatchur.

Kendati demikian, Gunain tidak sepenuhnya berpangku tangan dengan upaya spiritual yang dilakukan oleh warga. Pihak keluarga juga memilih melaporkan hilangnya Fatchur ke pihak kepolisian, sebagai bentuk ikhtiar.

"Saya sudah laporkan kejadian ini ke pihak berwajib, untuk mencari korban. Kemarin secara spiritual sudah dilakukan sebagai ikhtiar," kata Gunain.

Sementara, Kapolsek Peterongan Iptu Sujadi, membenarkan bahwa ada laporan warga yang kehilangan sanak keluarganya. Saat ini, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. 

"Sudah dilaporkan, laporannya orang hilang. Saat ini masih tingkat penyelidikan guna mengungkap hilangnya korban," ungkapnya.

 Menurut keterangan keluarga, kata Sujadi, korban punya riwayat sakit paru-paru. Pada Minggu (13/9/2020) malam, korban diminta untuk pergi berobat ke dokter oleh orang tuanya. Pada sekitar jam 19.00 WIB, korban pulang ke rumah dari berobat ke klinik setempat. Hingga Senin (14/9/2020) pukul 03.00 WIB, korban diketahui sudah tidak di dalam rumah.

Baca Juga : Kluster Keluarga Melonjak, Kota Malang Tiadakan Isolasi Mandiri

"Korban ini diam dan suka mengurung diri. Dia punya riwayat penyakit paru-paru. Minggu malam itu korban berobat ke mantri, dikasih uang Rp 200 ribu. Jam 7 malam itu pulang terus tidur. Nah jam 3 pagi korban sudah hilang," kata Sujadi.

Saat ini polisi fokus melakukan penyelidikan. Ia meminta agar warga tidak termakan isu korban diculik wewe gombel. 

"Warga jangan terprovokasi. Kita upayakan dulu, serahkan semua ke polisi," pungkasnya.