Syekh Ali Jaber (Foto: AyoSemarang.com)
Syekh Ali Jaber (Foto: AyoSemarang.com)

Kasus penusukan yang dialami pendakwah Syekh Ali Jaber hingga kini masih menjadi perbincangan. Pelaku penusukan bernama A. Alfin Andrian disebut-sebut memiliki gangguan jiwa.  

Hal itu diungkapkan oleh ayah Alfin, M. Rudi. Rudi mengatakan putranya sudah empat tahun mengalami gangguan kejiawaan.  

Baca Juga : Hidayat Nur Wahid Unggah Pembacokan Imam Masjid Sumsel, Warganet: Kenapa Bawa-Bawa Umat?

Namun, hal mengejutkan terungkap melalui Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung yang tenyata tidak memiliki arsip atau dokumen apa pun mengenai Alfin.  Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Humas RSJ Lampung David.  

David mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan dan tidak menemukan arsip atas nama pelaku.

Namun, menurut informasi, pelaku pernah datang ke UGD tapi tidak rawat inap.  “Tidak ada arsip dari nama yang bersangkutan," ujar David.

Terkait hal ini, David pun meminta agar pihak keluarga Alfin bisa datang ke RSJ untuk memberikan penjelasan kapan yang bersangkutan datang.  

Di sisi lain David juga mengatakan pihak RSJ telah melakukan observasi terhadap pelaku sejak Minggu (13/9/2020) malam. Sayangnya hingga kini pihak RSJ masih belum bisa menyimpulkan hasilnya.  

Untuk mengetahui kondisi kejiwaannya, Alfin harus dibawa ke RSJ untuk menjalani pemeriksaan lebih dalam.  

Baca Juga : Rumah Nenek 68 Tahun di Kepanjen Terbakar, Tetangga Alami Luka Saat Bantu Padamkan Api

Soal dugaan gangguan jiwa ini, Syekh Ali Jaber pun tak yakin jika pelaku dianggap gila. Menurut dia, pelaku justru seperti orang yang terlatih saat menyerangnya. Bahkan, saat kejadian, pelaku berusaha mencabut pisau yang gagangnya patah akibat gerakan yang dilakukan Syekh Ali Jaber.  

Syekh Ali Jaber pun yakin jika ada dalang di balik peristiwa yang dialaminya. “Karena yang bersangkutan ini terlatih, ada dalang atau orang di belakangnya yang menyuruh. Wallahu A’lam Bisshawaab,” kata Syekh Ali Jaber.