Struktur bangunan purbakala yang diduga bagian dari sisa kompleks bangsawan kuno masa kerajaan. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Struktur bangunan purbakala yang diduga bagian dari sisa kompleks bangsawan kuno masa kerajaan. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES - Sejumlah fragmen atau pecahan perabotan rumah bangsawan kuno ditemukan warga di lokasi tambang tanah uruk. Temuan itu kemudian dijadikan hipotesis oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim terkait adanya kompleks pemukiman bangsawan kuno di lokasi tersebut.

Ada berbagai benda kuno di lokasi galian C di Dusun Mlaten, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang, tersebut. Yakni berupa fragmen porselen, tembikar dari bahan terakota atau tanah liat, gerabah, dan sejumlah uang gepeng.

Baca Juga : Kisah Mengharukan Suami 19 tahun Rawat Istri dan Anaknya yang Lumpuh Tarik Simpati, GPK Bantu Uang dan Sembako

Pemilik lahan Mujib (50) mengatakan, sudah sebulan terakhir ini pekerja tambang menemukan berbagai benda yang diduga peninggalan masa kerajaan. Benda-benda purbakala itu ditemukan di kedalaman dua meter, saat pekerjaan melakukan penggalian tanah uruk.

"Ditemukannya sudah satu bulan terakhir ini. Yang menemukan juga pekerja yang menggali tanah itu. Temuannya ini rata-rata di kedalaman satu sampai dua meter," ujarnya saat ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (18/9).

Fragmen porselen, gerabah, dan tembikar dikumpulkan oleh pekerja di dalam karung. Semua temuan diletakkan di sekitar lokasi galian C, tanpa ada yang berani membawa pulang.

Selain itu, pekerja  menemukan sejumlah uang gepeng yang diduga peninggalan masa kerajaan. Di uang gepeng itu, tertulis aksara cina.

"Koin ini, yang menemukan juga pekerja. Saya diberi tahu. Terus saya ambil dan saya simpan. Koin itu ditemukan terpendam tanah di dalam wadah mangkok," ungkap Mujib.

Sementara, Kepala BPCB Jatim Zakaria Kasimin memperkirakan temuan warga tersebut merupakan bekas perabotan rumah bangsawan kuno masa kerajaan. Hal tersebut terlihat pada karakter porselen yang merujuk ke Dinasti Yuan pada abad  13-14 Masehi. "Benda-benda ini adalah barang rumah tangga," ujarnya.

Di lokasi tersebut, warga juga menemukan struktur bangunan yang tersusun dari bata merah kuno. Bangunan berupa dinding itu memiliki dimensi 2,74 meter dengan ketebalan 84 sentimeter dan tinggi 44 sentimeter.

Namun struktur purbakala yang ditemukan warga itu sudah masuk ke dalam wilayah Kabupaten Kediri. Lokasi galian secara geografis memang berbatasan antara Jombang dan Kediri.

Baca Juga : Kisah Mengharuskan Suami 19 tahun Rawat Istri dan Anaknya yang Lumpuh Tarik Simpati, GPK Bantu Uang dan Sembako

"Struktur yang didapatkan adalah struktur bata, bukan bata kosot (gosok, red), seperti bangunan peribadatan. Ada spasi atau isian antara bata dengan bata lainnya. Sambungannya menggunakan tanah, biasanya ini ciri pemukiman," ujar Zakaria.

Adanya struktur bangunan ini menguatkan hipotesis BPCB soal adanya pemukiman kuno di lokasi temuan. Terlebih lagi, temuan lepas ditemukan dengan sebaran yang begitu luas hingga satu hektare.

"Seperti dugaan sebelumnya, temuan ini memang menguatkan akan adanya pemukiman kuno di lokasi ini. Cukup luas bentangannya. Lokasinya memang di perbatasan ini ya," kata Zakaria.

Sedangkan temuan porselen yang diduga berasal dari Dinasti Yuan dan kepingan uang gepeng bertuliskan aksara Cina mengindikasikan bahwa itu bagian dari peninggalan pemukiman bangsawan. "Misalnya ada temuan yang dominan kan keramik dari masa Dinasti Yuan. Ada juga koin dari Dunasti Song meskipun minim. Jadi, kemugkinannya dari abad 13-14 Masehi," pungkasnya.