Ratusan Tahun di Negeri Asing, Pemkot Batu: Masyarakat Ingin Prasasti Sangguran Dikembalikan | Lamongan TIMES
Prasasti Digondol Asing, Anak Cucu Nikmati Replika  6

Ratusan Tahun di Negeri Asing, Pemkot Batu: Masyarakat Ingin Prasasti Sangguran Dikembalikan

Mar 07, 2021 14:56
Suasan peletakan replika Prasati Sangguran di Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu (foto: Mariano Gale/Jatim Times)
Suasan peletakan replika Prasati Sangguran di Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu (foto: Mariano Gale/Jatim Times)

BATUTIMES - Keberadaan Prasasti Sangguran memang nyata dirindukan masyarakat. Bahkan belum lama ini, warga Dusun Ngandat yang diyakini sebagai lokasi penempatan Prasasti Sangguran telah membangun replika dari warisan berangka tahun 928 Masehi tersebut.

Replika Prasasti Sangguran itu diletakkan di dekat makam Mbah Tarminah, Dusun Ngadat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Sederet prosesi pun dilakukan sebelum peletakan replika prasasti tersebut.

Baca Juga : 200 Tahun di Negeri Orang, Akankan Prasasti Sangguran Kembali ke Pelukan?

Pemangku Sanggar Budaya Sangguran, Dusun Ngandat Desa Mojorejo Siswanto Galuh Aji atau biasa dipanggil Cak Penthol mengatakan, pada Kamis (18/2/2021) lalu, sekitar pukul 23.00 WIB, yang bertapatan Kamis Kliwon, ia bersama rombongan budayawan melaksanakan ritual pawai.

Replika Prasasti Sangguran itu diarak dengan berjalan kaki dari depan Balai Kota Batu menuju Dusun Ngadat. Replika prasasti Sangguran itu kemudian diletakan disebuah tempat semacam gledekan. Kemudian dituntun perlahan-lahan.

Saat diarak, beberapa rombongan menjaga di bagian sisi kiri dan kanan agar replika prasasti Sangguran itu tidak jatuh. "Kenapa kita lakukan itu, karena memang sejarahnya seperti itu," ujarnya.

Tentu dengan adanya replika ini, ia berharap agar sejarah Kota Batu yang terukir dalam Prasasti Sangguran dapat dikenal dan diketahui, khususnya anak muda zaman sekarang.

"Tujuannya memang seperti itu. Karena semakin kesini, anak muda tidak mengenal apa itu prasasti Sangguran. Maka dari itu keinginan kami, agar sejarah Prasasti Sangguran tidak hilang," harapnya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Arief As Siddiq mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Mojorejo. Langkah itu menurutnya bisa menjadikan Desa Mojorejo sebagai Desa Wisata sejarah.

"Kita akan fasilitasi apa yang bisa kita siapkan. Karena ini merupakan potensi yang dimiliki Kota Batu yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi budayawan dan sejarawan," jelasnya.

Baca Juga : Prasasti Sangguran Simpan Kutukan? Pembawa hingga Keturunannya Dirundung Apes

Arief mengatakan dirinya telah melihat langsung replika prasasti itu. Dirinya mengaku telah membentuk beberapa program untuk mensupport kegiatan di replika Prasasti Sangguran tersebut.

Sementara ketika ditanya terkait usaha mengembalikan prasasti, ia mengaku sedang melakukan kajian dan analisa. Pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terkait hal itu.

"Mudah-mudahan keinginan besar masyarakat Kota Batu di Desa Mojorejo untuk mengembalikan prasasti itu bisa terwujud. Kami serius di situ, nanti step by step dengan koordinasi yang kita lakukan mudah-mudahan bisa sampai terwujud," tandasnya.

Prasasti Sangguran sendiri merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang kini berada di negeri asing. Berbagai penelitian dan upaya untuk mengembalikan warisan sejarah itu terus diupayakan. Dengan harapan, warisan yang ada bisa kembali ke pelukan dan mendukung proses edukasi.

Sejarawan sekaligus Dosen Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang Dwi Cahyono berpendapat, warisan leluhur sangat penting untuk menunjukkan jati diri bangsa. Di masa seperti sekarang, warisan sejarah diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri generasi bangsa. Karena tak sedikit yang tak mengetahui, lantaran bukti sejarah yang hilang dan tak ada ditempat asalnya.

Topik
Prasasti Sangguran Kota Batu Dwi Cahyono sejarah kota batu

Berita Lainnya