Ibu Satu Anak di Lamongan Ditetapkan Jadi Tersangka Investasi Bodong | Lamongan TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Ibu Satu Anak di Lamongan Ditetapkan Jadi Tersangka Investasi Bodong

Jan 13, 2022 20:54
Tersangka Samudra Zahrotul Ibad saat diinterogasi Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana (foto: M. Nur Ali Zulfikar/JatimTIMES)
Tersangka Samudra Zahrotul Ibad saat diinterogasi Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana (foto: M. Nur Ali Zulfikar/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Polres Lamongan resmi menetapkan Samudra Zahrotul Bilad (21) menjadi tersangka penipuan investasi bodong yang merugikan masyarakat hingga miliaran rupiah.

Mahasiswi asal Dusun Plosolebak, Desa Tambakploso, Kecamatan Turi itu berperan sebagai owner atau pemilik investasi yang ternyata tidak ada unit usahanya. Bisnis trading yang disampaikan kepada member juga hanya isapan jempol.

Baca Juga : Polsek Geneng Tahan Pelaku Penggelapan 1,2 Ton Umbi Porang 

Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana mengatakan, kasus tersebut diketahui setelah tersangka menggelar sosialisasi di sebuah cafe dan para peserta atau korban ricuh menanyakan uang invetasi yang mereka tanam tidak kunjung dikembalikan.

"Setelah mengetahui adanya keributan dalam acara tersebut, anggota Polres Lamongan langsung mendatangi tempat kejadian, kemudian mengamankan tersangka agar tidak di massa," kata Miko dalam konferensi pers di Polsek Babat, Kamis (13/1/2022).

Miko mengungkapkan, modus operandi yang digunakan tersangka dengan menawarkan investasi dengan mengumpulkan sejumlah dana. Kemudian pada jangka waktu dan periode tertentu akan mendapatkan sejumlah keuntungan atau bunga dari uang pokok yang dibayarkan.

"Ternyata yang terjadi tidak demikian, tersangka menggunakan uang member yang baru untuk memberikan keuntungan dan modal kepada member yang lama, artinya member yang lama mendapatkan uang pokok dan uang keuntungan dari member yang baru begitupun seterusnya dan itu yang terjadi selama 3 bulan," ungkap Alumnus Akademi Kepolisian 2001 didampingi Kasatreskrim AKP Yoan Septi Hendri.

Miko menjelaskan, permasalahan mulai muncul ketika tersangka sudah tidak bisa lagi membayar pada member baru yang jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan orang.

"Sampai saat ini baru ada 4 korban yang melapor ke Polres Lamongan. Dengan total kerugian sekitar Rp 4 miliar," jelas Miko didampingi Kasubbag Humas Iptu Jinanto.

Baca Juga : Nyaris Dihajar Massa, Pemuda Kepergok Nyolong Kotak Amal Masjid 

Dari hasil pendalaman diperoleh bukti bahwa rekening tersangka ada transaksi sebesar Rp 6 Miliar. Miko menerangkan, uang hasil investasi bodong digunakan oleh tersangka membeli 2 unit mobil, 1 unit rumah dan beberapa gram emas.

"Berdasarkan pengakuan tersangka, uangnya sebagian besar dibawa oleh reseller yang saat ini masih dalam proses pencarian. Total reseller ada 9 orang berasal dari Lamongan, Tuban dan Bojonegoro," tegasnya.

Miko mengimbau kepada seluruh warga masyarakat baik di Lamongan maupun diluar Lamongan yang merasa dirugikan oleh tersangka, agar segera melapor ke Polres Lamongan.

"Kemungkinan tersangka bertambah bisa terjadi, nanti tergantung dari hasil pemeriksaan lanjutan. Tersangka dijerat pasal 378 dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Investasi Bodong Kabupaten Lamongan

Berita Lainnya