Dapat Anugerah Tingkat ASEAN, Kemendes Minta Boonpring Terus Naikan Level | Lamongan TIMES

Dapat Anugerah Tingkat ASEAN, Kemendes Minta Boonpring Terus Naikan Level

May 12, 2022 18:20
Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Pedesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia, Sugito.(Foto: Istimewa).
Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Pedesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia, Sugito.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali torehkan prestasi. Kini prestasi ditorehkan di sektor wisata. Di mana, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerto Raharjo Desa Sanankerto, Kecamatan Turen sebagai pengelola Ekowisata Boon Pring meraih Penganugerahan The 5Th ASEAN Rural Development And Poverty Eradication (RDPE) Leadership Award.

Penganugerahan itu digelar Kamis (12/5/2022) di Destinasi Ekowisata Boon Pring. Anugerah tersebut berhasil diraih atas usulan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) melalui Program Accelerating Recovery and Strengthening of ASEAN For Sustainable Rural Development and Poverty Eradication. 

Baca Juga : Lumajang Optimis, 2022 Bakal Banyak Desa yang Berstatus Mandiri 

boon-pring-0441049c486cf8f51f.png

Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Pedesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia, Sugito mengatakan, di Jatim ada 3 desa wisata unggulan yang diusulkan dalam penganugerahan bertaraf ASEAN tersebut, dan Boonpring keluar sebagai juaranya. 

"Jadi artinya saya sampaikan ke Pak Bupati, Boonpring ini levelnya sudah ASEAN (Asia Tenggara). Nah ini kami sangat berharap ke depan klasnya ini bisa dinaikan lagi. Boonpring naik dan lainnya juga ikut naik," ujar Sugito. 

Dengan prestasi tersebut, Sugito mengaku bahwa peran Kemendes tetap diperlukan. Sebab dengan raihan tersebut, juga diproyeksikan dapat menjadi sarana diplomasi antara Indonesia dengan negara-negara lain di lingkup ASEAN. 

"Misalnya begini, kalau negara di Asean mau belajar tentang pembangunan desa wisata, itu datanglah ke Boonpring. Itu konsepnya. Dan karena sering kali kita seperti itu," terang Sugito. 

Sementara itu, usai menerima penganugerahan tersebut, Kepala Desa Sanankerto M. Subur mengaku akan terus memacu munculnya beragam inovasi. Salah satunya dengan menggerakkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

Baca Juga : Memanas Kasus Modin Didatangi WIL, Warga Karanganom Ancam Duduki Kantor Desa

 

Dalam waktu dekat, pihaknya berencana untuk membangun sentra kerajinan bambu. Hal tersebut juga mengingat bahwa saat ini, setidaknya ada sebanyak 115 jenis bambu yang tumbuh di Kawasan Ekowisata Boonpring. Apalagi, bambu-bambu tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia. Melainkan ada beberapa jenis bambu yang berasal dari negara lain, seperti Jepang dan China. 

"Dalam waktu dekat kita akan bentuk sentra kerajinan bambu. Lahannya sudah kami siapkan. Kami akan terus mengkoleksi tanaman bambu ini. Paling tidak sampai 150 jenis bambu. Jika telah tercapai saya optimis Boonpring ini akan menjadi pusat wisata bambu di Indonesia," ujar Subur. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
ekowisata boon pring anugerah the 5Th ASEAN Rural Development And Poverty Eradication kemendesa pdtt boon pring level asean

Berita Lainnya