Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Sakura 2026 Kembali Hadir, 13 Mahasiswa Jepang Dalami Bahasa dan Budaya di STIE Malangkucecwara 

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

16 - Feb - 2026, 13:37

Placeholder
13 mahasiswa Jepang datang di STIE Malangkuçeçwara dan disambut langsung oleh Ketua STIE Malangkucecwara dan disambut langsung oleh seluruh jajaran sivitas STIE Malangkucecwara (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara kembali menegaskan komitmen internasionalisasinya melalui Program Sakura 2026. Sebanyak 13 mahasiswa dari Kanda University of International Studies, Jepang, tiba di Kota Malang untuk mengikuti pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia selama satu bulan penuh. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Ketua STIE Malangkucecwara, Drs. Bunyamin, M.M., Ph.D., bersama sivitas akademika kampus, Senin, (16/2/2026).

Program Sakura bukan agenda musiman. Ketua STIE Malangkucecwara, Bunyamin, menyebut kolaborasi ini berjalan sepanjang tahun dan menjadi simbol konsistensi kerja sama kedua institusi.

1

“Program Sakura ini berjalan sepanjang tahun. Alhamdulillah, meski kondisi di Jepang sedang tidak baik, mereka tetap mengirim mahasiswa. Saat ini ada 13 peserta dan sebagian besar baru pertama kali datang ke Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga : Bupati Jember Tegaskan Percepatan Pemulihan Banjir, 7.445 KK Terdampak di 10 Kecamatan

Ia menambahkan, komitmen Kanda University tetap terjaga meski situasi global dan domestik di Jepang menghadapi tantangan. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya terbatas pada program Sakura, tetapi juga mencakup skema pertukaran pelajar dua arah.

“Kalau mahasiswa kami belum bisa berangkat ke Jepang, itu biasanya karena syarat kemampuan bahasa yang belum terpenuhi. Peminatnya banyak, tetapi ada standar skor yang harus dicapai,” kata Bunyamin.

STIE Malangkucecwara sendiri menjadi penyelenggara tes kemampuan bahasa, termasuk untuk mempersiapkan mahasiswa yang ingin mengikuti student exchange. Namun, ia menegaskan bahwa seleksi tetap ketat demi menjaga kualitas.

Lebih jauh, Bunyamin mengaitkan program ini dengan visi terbaru kampus yang mengusung konsep catur dharma, bukan lagi sekadar tridarma. Salah satu poinnya adalah internasionalisasi kegiatan akademik.

2

“Kami berupaya menginformasikan setiap aktivitas kampus kepada mitra luar negeri, baik pengabdian maupun kegiatan mahasiswa. Jika mereka tidak bisa hadir langsung, kami undang secara daring. Banyak yang akhirnya tertarik datang langsung dan menjalin kerja sama,” jelasnya.

Melalui Program Sakura 2026, STIE Malangkucecwara bukan sekadar menjadi tuan rumah pertukaran pelajar. Kampus ini menempatkan diri sebagai ruang perjumpaan budaya, tempat mahasiswa lintas negara belajar memahami Indonesia secara utuh.

Sementara itu, Koordinator Indonesian Studies Program STIE Malangkucecwara, Suprapti, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa Program Sakura tahun ini merupakan angkatan ke-27. Jumlah peserta memang lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Mahasiswa di sana sebenarnya ada 32 orang. Biasanya hampir 90 persen ikut. Kali ini tidak sampai 50 persen karena kekhawatiran orang tua akibat situasi politik dan kerusuhan sebelumnya,” ungkap Suprapti.

Baca Juga : Kesehatan Warga Prioritas Utama, Pemkot Surabaya Pastikan UHC Tetap Maksimal

Tema yang diangkat tahun ini adalah Jelajah Indonesia. Para mahasiswa tidak hanya belajar tentang Jawa atau Kota Malang, tetapi diperkenalkan pada keragaman budaya dari berbagai wilayah, mulai Sumatera hingga kawasan timur Indonesia.

“Materi budaya yang kami berikan tidak hanya dari Jawa. Kami ingin mereka mengenal Indonesia secara lebih luas. Harapannya, ketika kembali ke Jepang, mereka bisa bercerita kepada keluarga dan teman-temannya,” katanya.

Pengalaman menunjukkan, banyak alumni program ini kembali berkunjung ke Indonesia saat liburan. Bahkan, ada yang mengikuti program lanjutan dengan durasi lebih panjang. Meski program Darmasiswa sementara dihentikan pemerintah, kampus berharap peluang tersebut kembali dibuka agar mahasiswa dari negara lain juga dapat bergabung.

Menariknya, pelaksanaan program kali ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Momentum ini justru menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang lebih hidup.

Mahasiswa Jepang akan tinggal di homestay, merasakan langsung tradisi sahur, berbuka puasa, hingga suasana pasar takjil. Mereka juga mengikuti praktik memasak, baik masakan Indonesia maupun Jepang, yang kemudian disajikan dalam kegiatan buka bersama.

“Tradisi Ramadan akan lebih melekat bagi mereka. Di Jepang ada Ramadan, tetapi umumnya dijalankan komunitas Muslim pendatang. Di sini mereka melihat langsung bagaimana mayoritas masyarakat menjalankannya,” ujar Suprapti.

Ia juga menyoroti perkembangan komunitas Muslim di Jepang yang terus bertumbuh, termasuk meningkatnya jumlah masjid dan mualaf. Hal itu menjadi jembatan dialog budaya yang semakin relevan.


Topik

Pendidikan STIE malangkucecwara bunyamin



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan