JATIMTIMES – Suasana di Klenteng Kwan Im Tong, Jalan Gajah Mada, Kota Batu terpantau lebih tenang menjelang pergantian Tahun Baru Imlek. Tidak ada dekorasi mencolok maupun panggung hiburan besar di klenteng tertua pusat kota ini. Tahun ini, pengelola sengaja memilih merayakan momen sakral tersebut dengan penuh kesederhanaan.
Persiapan fisik sejatinya telah dilakukan sejak awal Februari lalu. Seluruh sudut ruangan dibersihkan sebagai simbol penyucian diri dan lingkungan. Tradisi wajib ini dilakukan agar para jemaat dapat menjalankan ibadah dengan rasa nyaman dan tenang.
Baca Juga : Persetujuan Bangunan Gedung Tak Tuntas, Aktivitas Perumahan Zam Zam Residence Terancam Dihentikan
Pemelihara Klenteng Kwan Im Tong, Dian Krisbiantoro, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dimulai dengan pembersihan patung para dewa atau Kimsin. Seluruh perlengkapan sembahyang dipastikan dalam kondisi bersih sebelum puncak acara dimulai.
"Semua sudah dibersihkan, mulai dari Kimsin hingga perlengkapan sembahyang lainnya. Kami juga sudah mengganti lampion dengan yang baru agar suasana tetap segar," ujar Dian saat memberikan keterangan.
Dian memperkirakan ada sekitar 50 jemaat yang hadir untuk melaksanakan sembahyang pada malam pergantian tahun. Jumlah ini memang tidak sebanyak klenteng di kota-kota besar, mengingat mayoritas jemaat di lokasi tersebut sudah berusia lanjut.
"Jemaat di sini mayoritas sudah sepuh. Jadi, kegiatannya memang diarahkan agar lebih tenang dan tidak terlalu melelahkan bagi mereka," tambahnya.
Faktor usia dan pergeseran domisili jemaat menjadi alasan mengapa perayaan didesain lebih bersahaja. Banyak keluarga yang dulunya tinggal di sekitar Jalan Gajah Mada kini telah berpindah ke luar kota, sehingga keramaian di klenteng sangat bergantung pada kunjungan anak cucu yang pulang kampung.
Meski demikian, Klenteng Kwan Im Tong tetap terbuka bagi masyarakat umum maupun wisatawan. Berlokasi di jalur utama, bangunan ikonik ini sering kali disinggahi pelancong yang ingin melihat arsitektur atau ikut memanjatkan doa.
Baca Juga : Apa Itu Xin Nian Kuai Le, Gong Xi Fa Cai dan Angpao Na Lai? Ini Arti Ucapan Khas Imlek
Puncak acara sendiri difokuskan pada peribadatan sembahyang bersama tepat pada tengah malam. "Peribadatan dimulai pukul 00.00, kemudian dilanjutkan dengan perayaan selama tiga hari ke depan," jelas Dian.
Tahun ini, pihak klenteng memastikan tidak ada agenda tambahan seperti pertunjukan barongsai atau jamuan besar. Fokus utama perayaan kali ini adalah murni tentang rasa syukur dan permohonan doa untuk kebaikan di masa depan.
"Yang terpenting adalah niat ibadahnya. Meskipun dilaksanakan dengan sederhana, yang paling utama adalah khidmat," tandasnya.
