Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Buah atau Kurma, Mana yang Lebih Aman untuk Lambung Saat Berbuka Puasa?

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

20 - Feb - 2026, 13:11

Placeholder
Buah vs Kurma. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Berbuka puasa bukan sekadar melepas dahaga dan lapar. Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat maag atau asam lambung, momen ini justru menjadi waktu yang cukup sensitif. Salah memilih menu takjil bisa membuat perut terasa perih, kembung, bahkan memicu asam lambung naik.

Karena itu, penting memilih makanan yang lembut, mudah dicerna, dan tidak merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Lalu, di antara buah segar dan kurma, mana yang sebenarnya lebih aman untuk lambung saat berbuka puasa?

Baca Juga : Bapanas dan Satgas Pangan Sidak Pasar Tanjung, Pedagang Keluhkan Stok Daging Ayam Diborong SPPG dari Peternak

Kurma, Pilihan Aman dan Ideal untuk Lambung

Berdasarkan penjelasan dari Halodoc dan Alodokter, kurma termasuk makanan yang direkomendasikan saat berbuka, terutama bagi penderita gangguan lambung.

Berikut alasan mengapa kurma sering disebut lebih unggul:

1. Membantu Menyeimbangkan Asam Lambung

Setelah seharian berpuasa, lambung tetap memproduksi asam meski tidak ada makanan yang masuk. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa perih atau tidak nyaman. Kurma memiliki sifat basa (alkalin) yang membantu menetralkan kelebihan asam di lambung sehingga lebih nyaman saat makanan pertama masuk.

2. Teksturnya Lembut dan Mudah Dicerna

Kurma memiliki tekstur empuk dan tidak keras, sehingga relatif ringan untuk sistem pencernaan. Ini penting karena lambung yang kosong selama 12–14 jam perlu “dibangunkan” secara perlahan, bukan langsung diberi makanan berat atau berminyak.

3. Sumber Energi Cepat Tanpa Membebani Lambung

Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat diserap tubuh. Dalam hitungan menit, energi kembali terisi tanpa harus mengonsumsi nasi atau makanan berat terlebih dahulu. Hal ini membantu tubuh beradaptasi tanpa membuat perut terasa penuh mendadak.

4. Tinggi Serat untuk Pencernaan Lebih Lancar

Kandungan serat dalam kurma membantu mencegah sembelit yang kerap terjadi selama Ramadan akibat perubahan pola makan. Serat juga membantu proses pengosongan lambung berjalan lebih stabil.

5. Kaya Mineral Penting

Kurma mengandung kalium dan magnesium yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mendukung kerja otot, termasuk otot saluran cerna. Ini membantu mengurangi risiko kram atau rasa tidak nyaman pada perut.

Bagaimana dengan Buah-Buahan Lain?

Buah tetap menjadi pilihan sehat saat berbuka. Namun tidak semua buah cocok dikonsumsi dalam kondisi lambung kosong.

Buah yang Relatif Aman:

• Pisang: Teksturnya lembut dan dapat membantu melapisi dinding lambung.

• Semangka: Tinggi air, membantu hidrasi setelah seharian berpuasa.

• Pepaya: Mengandung enzim yang membantu pencernaan.

Buah yang Sebaiknya Dihindari Saat Perut Kosong:

- Jeruk

- Nanas

- Mangga yang terlalu asam

Buah dengan kadar asam tinggi bisa memicu peningkatan asam lambung, terutama bagi penderita maag atau GERD.

Kenapa Lambung Perlu Adaptasi Saat Berbuka?

Selama puasa, lambung berada dalam kondisi relatif kosong. Ketika waktu berbuka tiba, tubuh membutuhkan proses adaptasi. Jika langsung mengonsumsi makanan berat, pedas, atau berminyak, risiko munculnya keluhan seperti:

• Perut perih

• Mual

• Kembung

• Asam lambung naik

Karena itu, pola berbuka yang tepat sangat dianjurkan.

Cara Berbuka Puasa yang Ramah untuk Lambung

Agar lambung tetap aman selama Ramadan, Anda bisa menerapkan pola berikut:

• Awali dengan 2–3 butir kurma

• Minum segelas air putih

• Beri jeda 10–15 menit sebelum makan berat

• Hindari gorengan berlebihan

• Batasi makanan pedas dan terlalu asam

Kebiasaan berbuka dengan kurma dan air putih juga telah lama dicontohkan sebagai sunnah, sekaligus terbukti baik dari sisi kesehatan.

Baik buah maupun kurma sama-sama menyehatkan. Namun jika tujuan utamanya adalah menjaga lambung tetap nyaman setelah seharian berpuasa, kurma menjadi pilihan yang lebih aman dan ideal.

Baca Juga : Dari Palapa ke Kalimat Syahadat: Ketika Wali Songo Mengislamkan Jiwa Majapahit

Sifat basanya membantu menyeimbangkan asam lambung, kandungan seratnya baik untuk pencernaan, dan gula alaminya mampu mengembalikan energi dengan cepat tanpa membuat lambung kaget.

Jadi sebelum tergoda aneka takjil manis dan gorengan, pertimbangkan untuk memulai berbuka dengan kurma. Lambung lebih tenang, tubuh pun lebih siap menjalani ibadah hingga malam hari.


Topik

Peristiwa Takjil kurma menu takjil



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya