JATIMTIMES - Lonjakan konsumsi beras hingga 25 persen selama Ramadan hingga H+7 Idul Fitri dipastikan tidak mengganggu ketersediaan pasokan di Kota Malang. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang menyebut stok beras yang ada saat ini bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 10 bulan ke depan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Elfiatur Roikhah, mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Perum Bulog mencapai lebih dari 500 ton.
Baca Juga : Update Laka Truk Rem Blong Batu: Penyidik Ancam Jemput Paksa Pemilik Kendaraan
Jumlah tersebut dinilai aman untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama momen Ramadan.
“Untuk beras, kenaikannya sekitar 25 persen. Itu pola rutin setiap tahun saat Ramadan. Tahun lalu bahkan sempat lebih tinggi,” ujar Elfi.
Ia menjelaskan, tren kenaikan konsumsi tidak hanya terjadi pada beras, melainkan hampir seluruh komoditas bahan pokok. Permintaan daging ayam dan telur ayam juga meningkat, meski persentasenya lebih rendah, yakni sekitar 10 hingga 15 persen.
Kendati demikian, harga kedua komoditas tersebut masih berada dalam rentang Harga Acuan Pemerintah (HAP). Meskipun sebenarnya, pada tingkat produksi di Jawa Timur masih ada gangguan.
Gangguan produksi tersebut akibat serangan hama wereng di sejumlah sentra pertanian, termasuk Banyuwangi. Kondisi itu sempat memengaruhi pasokan regional. Namun, ia memastikan dampaknya terhadap Kota Malang dapat ditekan berkat cadangan yang tersedia.
Tak hanya fokus pada ketersediaan, Dispangtan juga mengawal stabilitas harga agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Koordinasi dilakukan bersama Satgas Pangan kepolisian guna memastikan pelaku usaha menjual beras sesuai ketentuan.
Baca Juga : Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Berpotensi Tak Berbarengan, Ini Penjelasan BRIN
“Stok aman saja tidak cukup. Harga juga harus tetap patuh HET agar masyarakat tidak terbebani,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret menjaga keterjangkauan, Dispangtan telah menggelar program Gerakan Pangan Murah sejak 23 Januari lalu.
Selama Ramadan, kegiatan tersebut akan diintensifkan setiap hari agar masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah peningkatan permintaan musiman.
