JATIMTIMES - Sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Namun, berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), baru sebagian kecil wilayah yang benar-benar mengalami peralihan musim tersebut.
Hingga 31 Maret 2026, BMKG mencatat baru sekitar 7 persen wilayah Zona Musim (ZOM) yang telah memasuki musim kemarau. Wilayah tersebut antara lain meliputi sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, hingga kawasan Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Papua Barat.
Baca Juga : Dugaan Korupsi Pasar Induk Among Tani, Kejari Selidiki Aroma Praktik Jual Beli Kios Sejak Relokasi
BMKG mengingatkan bahwa karakteristik musim kemarau tahun ini perlu diwaspadai. Berdasarkan laporan Climate Outlook 2026 yang dirilis pada Senin (6/4/2026), musim kemarau diprediksi terasa lebih kering di sejumlah daerah, dengan suhu udara yang cenderung lebih tinggi.
Secara umum, suhu rata-rata tahunan di Indonesia diperkirakan berada di kisaran 25 hingga 29 derajat Celsius. Namun, beberapa wilayah berpotensi mengalami suhu lebih panas, bahkan mencapai 28 hingga di atas 29 derajat Celsius.
Daerah yang diprediksi mengalami suhu tinggi tersebut meliputi:
• Sebagian Sumatera Selatan
• Sebagian Kalimantan Timur
• Sebagian Kalimantan Tengah
• Pesisir utara Pulau Jawa
• Sebagian Papua Selatan
BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September 2026, dengan suhu rata-rata berkisar antara 25,5 hingga 30 derajat Celsius.
Kondisi ini juga mulai terasa di Jawa Timur. Meski belum sepenuhnya memasuki musim kemarau pada April, sejumlah wilayah sudah mulai menunjukkan tanda-tanda peralihan musim.
BMKG memprediksi sebagian wilayah Jatim mulai masuk kemarau pada April hingga Mei 2026, dengan dominasi terjadi pada Mei di lebih dari setengah wilayah.
Tak hanya itu, durasi kemarau di Jatim juga diperkirakan lebih panjang dengan curah hujan cenderung di bawah normal di sebagian besar wilayah.
Artinya, meski belum “terpanggang” seperti wilayah lain, masyarakat Jatim tetap perlu waspada karena kondisi kering bisa berlangsung lebih lama dari biasanya.
Meski terasa lebih kering, BMKG menyebut suhu tahun 2026 kemungkinan tidak akan melampaui panas ekstrem yang terjadi pada 2024. Sebagai perbandingan, tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas di Indonesia sejak periode pengamatan 1981–2024, dengan anomali suhu mencapai +0,8°C.
Sementara itu, pada 2026 anomali suhu diperkirakan berada di angka +0,3°C, yang menunjukkan kenaikan tetap ada, tetapi tidak setinggi tahun sebelumnya.
Daftar Kota Terpanas Awal April 2026
BMKG juga merilis data suhu maksimum harian yang tercatat pada periode 5 April pukul 07.00 WIB hingga 6 April 2026 pukul 07.00 WIB. Hasilnya, Gorontalo menjadi wilayah dengan suhu tertinggi, mencapai 35,7°C.
Berikut beberapa daerah dengan suhu tertinggi:
• Gorontalo: 35,7°C
• Subang: 35°C
• Semarang: 35°C
• Majalengka: 34,8°C
• Kupang: 34,6°C
• Karanganyar: 34,4°C
• Surabaya: 34,2°C
• Pontianak: 34,1°C
• Jakarta: 34,1–34,2°C
Pengukuran ini dilakukan di berbagai stasiun meteorologi BMKG, termasuk balai besar BMKG dan pangkalan TNI Angkatan Udara di sejumlah daerah.
Dengan kondisi kemarau yang lebih kering dan suhu yang meningkat, masyarakat diimbau untuk mulai waspada terhadap potensi dampak seperti kekeringan, kebakaran hutan, hingga gangguan kesehatan akibat cuaca panas.
Baca Juga : Kekeringan Ancam 800 Desa Setiap Tahun, DPRD Jatim Desak Solusi Permanen
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat rutin memantau perkembangan cuaca dan mengambil langkah antisipasi, terutama di daerah yang diprediksi mengalami suhu tinggi.
