Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Produksi Beras Kota Malang 2025 Turun Tajam, Dampak Penurunan Luas Panen

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

06 - Apr - 2026, 20:59

Placeholder
Seorang petani saat memasang jala pada lahan padinya di kawasan Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Produksi dan luas panen padi di Kota Malang sepanjang 2025 menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total luas panen padi tercatat sebesar 1.301,09 hektare dengan produksi mencapai 8.242,89 ton gabah kering giling (GKG). Jika dikonversikan, jumlah tersebut setara dengan 4.759,62 ton beras untuk konsumsi masyarakat.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, mengungkapkan bahwa penurunan ini terjadi baik dari sisi luas panen maupun produksi. “Sepanjang 2025, luas panen padi mengalami penurunan sebesar 309,82 hektare atau 19,24 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.610,91 hektare,” katanya, Senin (6/4/2026).

Baca Juga : Kekeringan Ancam 800 Desa Setiap Tahun, DPRD Jatim Desak Solusi Permanen

Tidak hanya luas panen, produksi padi juga mengalami kontraksi cukup dalam. Pada 2025, produksi padi tercatat sebesar 8.242,89 ton GKG, turun 2.253,76 ton atau 24,47 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 10.496,65 ton GKG.

Dampaknya, produksi beras juga ikut menurun menjadi 4.759,62 ton, atau berkurang 1.301,35 ton (21,47 persen) dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 6.060,97 ton.

Secara bulanan, pola panen juga mengalami pergeseran. Jika pada 2024 puncak panen terjadi di bulan Desember dengan luas mencapai 245,66 hektare, maka pada 2025 puncaknya bergeser ke bulan Juni dengan luas panen 193,51 hektare.

Pada bulan yang sama, produksi padi juga menjadi yang tertinggi, yakni mencapai 1.273,29 ton GKG atau setara 735,22 ton beras. Sebaliknya, produksi terendah terjadi pada Agustus, masing-masing sekitar 309,45 ton GKG atau 178,68 ton beras.

BPS juga mencatat, sepanjang Januari hingga Desember 2025, produksi padi dalam bentuk gabah kering panen (GKP) mencapai 9.910,74 ton, turun 2.253,76 ton dibandingkan 2024. Meski demikian, terdapat proyeksi perbaikan pada awal 2026. Potensi luas panen pada Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 384,37 hektare atau naik 72,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga : Perkuat Arah Kebijakan Perikanan Budidaya, Dewan Morowali Belajar ke DPRD Situbondo

“Sejalan dengan itu, potensi produksi padi pada triwulan pertama 2026 juga diperkirakan meningkat signifikan, baik dalam bentuk GKP maupun GKG,” tambah Umar.

Dalam perhitungannya, BPS menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) untuk mengukur luas panen secara objektif berbasis pengamatan lapangan.

Sementara itu, produksi padi diperoleh dari hasil perkalian luas panen dengan produktivitas yang diestimasi melalui Survei Ubinan. Sedangkan produksi beras merupakan hasil konversi dari gabah dengan memperhitungkan susut dan penggunaan nonpangan.


Topik

Ekonomi Produksi Padi padi Jawa Timur Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni