JATIMTIMES - Pemerintah Kota Blitar melakukan pembenahan fasilitas di Alun-Alun Kota Blitar melalui kegiatan kerja bakti dan pengecatan sarana publik, Jumat (10/4/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin serta diikuti kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran pegawai di lingkungan Pemkot Blitar.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Mas Ibin tampak turun langsung mengecat sejumlah fasilitas umum, seperti sarana dan prasarana olahraga serta toilet. Ia juga meninjau pemasangan alat pengusir burung di pohon beringin. Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan Jumat Bersih sekaligus mendukung program Gerakan Indonesia Asri yang mendorong pemerintah daerah aktif menjaga kebersihan ruang publik.
Baca Juga : Soroti LKPJ 2025, Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Pemprov Perkuat Sektor Formal dan Daya Beli
Mas Ibin mengatakan dirinya sengaja ikut terlibat langsung sebagai bentuk partisipasi sekaligus memberi contoh kepada jajaran OPD. Menurut dia, pembenahan alun-alun penting karena menjadi ruang publik utama bagi masyarakat Kota Blitar.
“Ya saya ikut partisipasi karena teman-teman semuanya ini kepala-kepala OPD juga ngecat di lapangan. Kami memang ada gerakan Indonesia Asri seperti dipelopori oleh Pak Presiden. Jadi kami sering mengadakan bersih-bersih bareng untuk membersihkan Kota Blitar. Ini bertepatan juga dengan hari Jumat, maka kita fokuskan di sekitar alun-alun untuk bersih-bersih dan memperbaiki fasilitas,” ujar Mas Ibin.

Alun-Alun sebagai Ruang Publik Vital
Ia menilai alun-alun merupakan ruang terbuka publik yang memiliki fungsi strategis sebagai pusat aktivitas masyarakat. Karena itu, keberadaannya harus dijaga agar tetap nyaman, rapi, dan aman digunakan warga.
“Saya kira alun-alun ini konsepnya open space tradisional. Kota di mana pun pasti punya alun-alun. Alun-alun yang bagus itu yang memperhatikan konsep lama, tapi juga nyaman untuk aktivitas masyarakat. Karena banyak masyarakat dan anak-anak menggunakan alun-alun ini, maka ini menjadi objek vital yang harus dijaga, dirapikan, dan kalau ada yang rusak diperbaiki,” jelasnya.
Selain pengecatan fasilitas, kegiatan juga mencakup perapian rumput, pembersihan area pedestrian, hingga pemasangan alat pengusir burung blekok yang selama ini menjadi salah satu persoalan kebersihan di kawasan alun-alun.
“Teman-teman hari ini olahraga, kemudian kerja bakti bersih-bersih, ngecat ulang fasilitas yang ada di alun-alun, merapikan rumput, termasuk memasang alat untuk mengusir burung blekok. Di sisi selatan sudah dipasang dan berhasil, sedangkan di bagian utara masih banyak. Kita lakukan secara bertahap dengan cara yang tidak menyakiti hewan,” kata Mas Ibin.

Penanganan Burung Blekok dan Pembenahan Fasilitas
Menurut dia, keberadaan burung blekok selama ini menyebabkan area alun-alun cepat kotor meskipun dibersihkan setiap hari. Karena itu, penanganan dilakukan agar kebersihan ruang publik lebih terjaga.
“Kalau burung blekok ini bersih, saya kira alun-alun lebih bagus untuk masyarakat. Problem utama memang burung blekok, karena setiap hari mengotori area. Jadi merawat alun-alun ini butuh kerja ekstra, termasuk bagaimana memindahkan burung agar tidak mengotori fasilitas,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar Jajuk Indihartati mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja bakti rutin setiap Jumat sekaligus mendukung gerakan Indonesia Asri. Pembenahan difokuskan pada sarana prasarana yang mulai mengalami kerusakan.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Tegaskan 98,33 Persen Indikator LKPJ Jatim 2025 Tercapai
“Setiap hari Jumat kita melakukan kerja bakti di luar kantor. Salah satunya di alun-alun. Kita melakukan beberapa perbaikan atau pembenahan sarana prasarana. Contohnya toilet, karena fasilitas publik harus selalu terjaga. Kita lakukan pengecatan, pembersihan, dan mengganti sarpras yang rusak,” ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah fasilitas yang dibenahi seperti wastafel yang rusak, alat olahraga yang kusam, serta area rumput yang perlu ditata secara berkala. Selain itu, pembersihan kotoran burung juga menjadi pekerjaan rutin yang dilakukan DLH.
“Untuk alat olahraga kita lakukan pengecatan ulang karena kondisinya sudah kusam. Kemudian pembersihan kotoran burung di sisi utara yang cukup banyak. Untuk di dalam alun-alun bahkan bisa setiap hari dibersihkan. Sedangkan area jalan biasanya seminggu sekali atau dua kali,” jelasnya.

DLH Ajak Masyarakat Ikut Menjaga
Menurut Jajuk, kegiatan pembersihan sepenuhnya dilakukan tenaga DLH yang dioptimalkan untuk efisiensi anggaran. Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik yang telah dibenahi pemerintah.
“Harapan kami masyarakat juga memiliki tanggung jawab bersama. Jangan merusak fasilitas dan menjaga kebersihan. Kita sudah menyediakan tempat sampah, termasuk sedekah botol. Jadi mari kita jaga bersama karena alun-alun ini milik masyarakat Kota Blitar,” katanya.
Kegiatan kerja bakti tersebut juga diwarnai aksi sederhana Wali Kota Mas Ibin yang berangkat menuju alun-alun dengan berjalan kaki dari rumah dinas. Ia kemudian naik becak tradisional bersama warga. Bahkan dalam momen tersebut, Mas Ibin terlihat mengayuh becak sementara tukang becak duduk di depan. Aksi itu menjadi simbol pemimpin yang melayani sekaligus kampanye hidup sehat dan hemat bahan bakar.
Kegiatan Jumat Bersih tersebut tetap dilaksanakan meski Pemerintah Kota Blitar mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Wali Kota dan kepala OPD tetap hadir di lapangan karena termasuk perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, sekaligus untuk memastikan kegiatan pembenahan fasilitas berjalan optimal.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Blitar berharap kualitas ruang terbuka publik di pusat kota semakin baik, nyaman, dan representatif bagi seluruh aktivitas masyarakat. Alun-alun diharapkan tetap menjadi ruang interaksi warga yang bersih, tertata, dan terawat secara berkelanjutan, sejalan dengan komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang tetap optimal meski skema kerja fleksibel berbasis smart city diterapkan.
