JATIMTIMES – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Sri Wahyuni memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi inspiratif Ahmad Zaki Febiansyah, guru PJOK di SMPN 1 Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, yang viral setelah berlari sejauh 4 kilometer menuju sekolah.
Menurut dia, tindakan tersebut merupakan pesan kuat mengenai kedisiplinan dan gaya hidup sehat yang patut menjadi teladan publik. Sri Wahyuni menilai bahwa langkah Zaki bukan sekadar aksi unik untuk mencari perhatian di media sosial.
Baca Juga : Sejarah Baru Tata Kelola Daerah, Gus Fawait Gelar Uji Publik secara Live
Lebih dari itu, aksi ini merupakan cerminan kepedulian nyata terhadap isu lingkungan dan efisiensi energi yang relevan dengan tantangan masa kini. “Ini bukan sekadar aksi unik, tetapi pesan kuat tentang disiplin, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Sri Wahyuni, Sabtu (11/4/2026).
Legislator Fraksi Partai Demokrat dari Dapil Bojonegoro-Tuban ini menekankan bahwa narasi yang dibangun oleh Zaki melalui tindakan fisiknya memiliki daya tular yang positif.
Di tengah ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor, keberanian seorang pendidik untuk menunjukkan alternatif transportasi yang sehat merupakan bentuk edukasi langsung kepada para siswa dan lingkungan sekitar.
Ia berharap langkah sederhana tersebut bisa menjadi pemicu kesadaran masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sekaligus lebih bijak dalam penggunaan energi. Baginya, keteladanan yang dimulai dari individu seringkali jauh lebih efektif dibandingkan sekadar imbauan formal.
“Hal kecil seperti ini jika dilakukan bersama-sama bisa berdampak besar. Ini adalah edukasi visual tentang bagaimana kita bisa berkontribusi bagi kesehatan diri sendiri sekaligus membantu mengurangi konsumsi energi fosil secara mandiri,” papar Sri Wahyuni.
Menanggapi ramainya perbincangan publik, Ahmad Zaki Febiansyah mengungkapkan bahwa ide tersebut muncul secara spontan. Ia terinspirasi dari imbauan pemerintah terkait efisiensi energi dan mencoba menerapkannya melalui konsep run to work atau berangkat kerja dengan berlari sebagai bentuk eksperimen pribadi.
“Karena ada imbauan efisiensi, saya kepikiran malamnya dan langsung mencoba lari ke sekolah pagi harinya,” kata Zaki.
Baca Juga : Fraksi Golkar DPRD Jatim Soroti Dana Nganggur Rp2 Triliun dan Efektivitas Program Vokasi
Meski videonya viral dan dianggap sebagai bentuk pengorbanan besar untuk menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM), Zaki memberikan klarifikasi jujur bahwa aksi tersebut merupakan pengalaman pertamanya. Ia tidak ingin publik terjebak dalam anggapan bahwa aksi ini semata-mata soal ekonomi, melainkan lebih kepada tantangan fisik dan mental.
Zaki mengakui bahwa dari sisi penghematan materiil, dampaknya belum terasa signifikan mengingat jarak tempuh yang tidak terlalu jauh. Namun, ia merasakan kepuasan tersendiri bisa memulai hari dengan aktivitas fisik yang membakar energi tubuh, bukan bahan bakar kendaraan.
“Ini baru pertama kali saya lakukan. Hematnya tidak signifikan, karena jaraknya juga tidak terlalu jauh,” akunya.
Dalam sehari, Zaki menempuh total jarak sekitar 8 kilometer untuk perjalanan pulang dan pergi ke sekolah. Aksi Zaki kini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa upaya efisiensi energi tidak harus dimulai dengan langkah besar, namun bisa diinisiasi dari rutinitas harian yang sederhana.
