Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Ada Blue Moon Malam Ini, Berikut Mitos dan Makna Bulan Purnama dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

30 - May - 2026, 19:20

Placeholder
Ilustrasi blue Moon. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Langit Indonesia akan dihiasi fenomena langka Blue Moon pada malam ini, Minggu, 31 Mei 2026. Peristiwa astronomi yang jarang terjadi ini diperkirakan bisa disaksikan dari berbagai wilayah Indonesia selama cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.

Blue Moon menjadi fenomena yang menarik perhatian karena tidak muncul setiap tahun. Meski namanya mengandung kata "blue" atau biru, bulan yang terlihat di langit tidak benar-benar berubah warna menjadi biru. Dalam dunia astronomi, Blue Moon adalah istilah untuk bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender yang sama.

Di Indonesia, bulan purnama Blue Moon diperkirakan mulai terlihat setelah matahari terbenam sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 waktu setempat. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah sejak awal malam hingga menjelang tengah malam ketika posisi bulan sudah cukup tinggi di langit.

Selain menjadi fenomena astronomi yang menarik, bulan purnama juga memiliki makna khusus dalam berbagai budaya, termasuk dalam tradisi masyarakat Jawa. Sejak zaman dahulu, bulan purnama kerap dikaitkan dengan energi alam, ritual spiritual, hingga berbagai kisah mistis yang masih dipercaya sebagian masyarakat hingga sekarang. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkapnya. 

Bulan Purnama Dianggap Membawa Energi Positif

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, bulan purnama sering dipandang sebagai simbol kesempurnaan dan keseimbangan. Cahaya bulan yang terang diyakini membawa energi positif yang dapat memengaruhi kehidupan manusia.

Tidak sedikit orang yang memanfaatkan malam bulan purnama untuk melakukan perenungan, meditasi, atau menenangkan diri. Momen ini dipercaya sebagai waktu yang baik untuk memperbaiki pikiran, memperkuat niat baik, serta menarik keberuntungan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepercayaan tersebut lahir dari pandangan bahwa alam dan manusia memiliki keterkaitan yang erat. Ketika bulan berada pada fase penuh, energi alam dianggap sedang berada pada kondisi yang kuat dan stabil.

Waktu yang Diyakini Baik untuk Berdoa

Dalam sejumlah tradisi Jawa, malam bulan purnama juga dianggap sebagai waktu yang sakral untuk berdoa dan melakukan ritual adat tertentu.

Beberapa masyarakat menggelar selamatan, doa bersama, atau kegiatan spiritual lainnya pada malam bulan purnama. Mereka percaya bahwa suasana malam yang terang dan tenang dapat membantu seseorang lebih khusyuk saat memanjatkan doa.

Karena itu, bulan purnama sering dianggap sebagai simbol keberkahan dan harapan. Banyak orang memanfaatkan momen tersebut untuk memohon keselamatan, kesehatan, rezeki, hingga ketenangan hidup.

Mitos Bulan Purnama Bisa Mempengaruhi Emosi

Salah satu kepercayaan yang cukup populer adalah anggapan bahwa bulan purnama dapat memengaruhi suasana hati manusia.

Sebagian masyarakat percaya seseorang bisa menjadi lebih sensitif, mudah marah, atau justru lebih bersemangat ketika bulan purnama muncul. Mitos ini bahkan dikenal di berbagai negara dan budaya, bukan hanya di Indonesia.

Meski belum ada bukti ilmiah yang secara pasti menunjukkan hubungan langsung antara bulan purnama dan perubahan emosi manusia, kepercayaan tersebut masih bertahan hingga sekarang. Karena itulah, beberapa orang memilih menghindari konflik atau memperbanyak aktivitas yang menenangkan pikiran saat malam bulan purnama.

Sering Dikaitkan dengan Hal-Hal Mistis

Bulan purnama juga tidak lepas dari berbagai cerita mistis yang berkembang dalam budaya Jawa.

Malam yang terang karena cahaya bulan dipercaya sebagian orang sebagai waktu ketika aktivitas makhluk gaib menjadi lebih kuat. Cerita mengenai roh halus, penunggu tempat keramat, hingga berbagai kejadian supranatural sering dikaitkan dengan kemunculan bulan purnama.

Karena kepercayaan tersebut, sebagian masyarakat memilih mengurangi aktivitas di tempat-tempat yang dianggap angker saat malam purnama. Ada pula yang melakukan ritual atau doa tertentu sebagai bentuk perlindungan diri.

Meski demikian, kepercayaan ini lebih banyak berkembang sebagai bagian dari cerita rakyat dan warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Blue Moon Jadi Fenomena Langka yang Selalu Ditunggu

Fenomena Blue Moon tergolong jarang terjadi karena tidak setiap bulan memiliki dua kali fase purnama. Peristiwa ini muncul akibat siklus bulan yang berlangsung sekitar 29,5 hari, sementara kalender Masehi memiliki jumlah hari yang berbeda setiap bulannya.

Karena kelangkaannya, Blue Moon selalu menjadi momen yang dinantikan para pecinta astronomi maupun masyarakat umum. Banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk menikmati keindahan langit malam, mengabadikannya melalui foto, atau sekadar bersantai bersama keluarga.

Terlepas dari berbagai mitos yang menyertainya, Blue Moon tetap menjadi fenomena alam yang menarik untuk disaksikan. Bagi sebagian orang, bulan purnama adalah simbol harapan dan ketenangan. Sementara bagi yang lain, fenomena ini menjadi pengingat bahwa alam semesta selalu menyimpan keindahan yang layak dinikmati.


Topik

Peristiwa blue moon purnama bulan purnama astronomi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa