Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Kalender Jawa Weton Kamis Pahing 4 Juni 2026: Awas Bicaranya Kerap Menyinggung 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

04 - Jun - 2026, 06:44

Placeholder
Ilustrasi mendengar kata yang menyinggung. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Kamis (4 Juni 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 18 Besar 1959 Tahun Dal dan berada dalam naungan Wuku Julungwangi. Weton hari ini adalah Kamis Pahing dengan jumlah neptu 17, yang berasal dari Kamis bernilai 8 dan Pahing bernilai 9.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton dipercaya dapat menggambarkan karakter, perjalanan hidup, rezeki, hingga kecocokan jodoh seseorang. Karena itu, primbon Jawa masih sering dijadikan pedoman untuk membaca watak maupun menentukan hari baik dalam berbagai keperluan.

Baca Juga : Kronologi Kecelakaan Pendaki Ilegal di Gunung Semeru: Berangkat 3 Orang, Lewat Jalur Tak Resmi

Orang yang lahir pada weton Kamis Pahing dikenal memiliki cita-cita tinggi dan semangat besar untuk terus maju. Karakternya kuat, berani mengambil langkah, serta senang berbagi pengetahuan kepada orang lain. Selain itu, cinta terhadap keluarga juga menjadi salah satu sifat menonjol dari weton ini.

Namun di balik berbagai kelebihan tersebut, ada sisi yang perlu diperhatikan. Pemilik weton Kamis Pahing kerap berbicara secara lugas sehingga tanpa disadari dapat menyinggung perasaan orang lain. Sikap keras dalam mempertahankan pendapat juga sering membuatnya terlihat tegas sekaligus sulit dikalahkan.

Menurut primbon Jawa, Pangarasan weton Kamis Pahing adalah Lakuning Bumi. Maknanya, seseorang memiliki sifat seperti bumi yang menjadi tempat berpijak bagi banyak orang. Karakternya dikenal dermawan, suka memberi, melindungi, dan rela membantu tanpa banyak perhitungan.

Sementara itu, Pancasuda weton ini adalah Lebu Katiyup Angin. Filosofi tersebut menggambarkan seseorang yang sering menghadapi hambatan dalam mewujudkan keinginannya. Usaha yang dijalankan terkadang mengalami kegagalan atau berjalan lebih lambat dibanding harapan.

Meski demikian, bukan berarti kesuksesan tidak dapat diraih. Justru weton ini dipercaya akan memperoleh hasil besar jika mampu menjaga konsistensi, kesabaran, dan kesungguhan dalam berusaha. Semakin besar tantangan yang dihadapi, semakin kuat pula mental yang terbentuk.

Hari Kamis Pahing saat ini berada dalam Wuku Julungwangi yang dilambangkan oleh Bathara Sambu. Wuku ini memiliki makna bahwa segala tindakan seseorang mudah menjadi perhatian banyak orang. Perbuatan baik cepat dikenal, begitu pula sebaliknya.

Simbol air di tempayan yang berada di depan menggambarkan sifat rela berkorban. Kebaikan yang dimiliki tidak selalu ditunjukkan sekaligus, melainkan terlihat sedikit demi sedikit seiring waktu.

Wuku Julungwangi juga dilambangkan dengan pohon cemara. Simbol ini menunjukkan pribadi yang pandai berbicara dan mampu menarik perhatian orang lain. Ucapan yang disampaikan umumnya dipercaya, meskipun terkadang dapat terdengar tegas hingga membuat orang lain segan.

Umbul-umbul yang berada di depan menjadi pertanda keberuntungan pada masa mendatang. Dalam primbon, wuku ini juga disebut mendapat perhatian dari Tuhan maupun atasan sehingga peluang memperoleh kedudukan atau penghargaan cukup terbuka.

Baca Juga : Bukan Operasi Plastik, Ini Rahasia Wajah Lebih Fresh dan Menarik

Ada pula gambaran seperti banteng lumpuh yang tetap berdiri tegak meski sedang menghadapi kesulitan. Simbol ini menggambarkan daya tahan dan keteguhan hati saat menghadapi cobaan hidup.

Primbon juga mengingatkan adanya pantangan arah selama Wuku Julungwangi berlangsung. Kala berada di arah barat daya, sehingga selama tujuh hari disarankan tidak menuju arah tersebut untuk urusan yang sangat penting.

Menurut perhitungan primbon, Kamis Pahing di Wuku Julungwangi termasuk hari yang baik untuk memasang tumbal penolak atau perlindungan dari gangguan kejahatan. Selain itu, hari ini juga dianggap baik untuk membuat berbagai perlengkapan seperti dayung, tali, maupun tombak.

Karakter mandiri dan jiwa kepemimpinan yang kuat membuat pemilik weton Kamis Pahing kurang nyaman berada di bawah tekanan atau perintah yang terlalu ketat. Karena itu, sejumlah bidang pekerjaan dinilai lebih sesuai dengan karakternya.

Beberapa profesi yang dianggap cocok antara lain, guru, dosen, atau instruktur karena memiliki wawasan luas dan mampu membimbing orang lain.

Dalam primbon Jawa, Kamis Pahing memiliki jumlah neptu 17. Weton ini dipercaya paling serasi dengan pasangan yang mempunyai jumlah neptu 9, 11, atau 14. Weton dengan neptu 9 antara lain Senin Legi. Sementara neptu 11 meliputi Senin Wage dan Selasa Kliwon. Adapun kelompok neptu 14 di antaranya Minggu Pahing, Rabu Pon, dan Jumat Kliwon.


Topik

Serba Serbi weton pahing kamis pahing jawa primbon primbon jawa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi