Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Di Selamatan Akbar Haul Bung Karno, Wali Kota Blitar Ajak Lanjutkan Api Perjuangan Sang Proklamator

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

21 - Jun - 2026, 08:24

Placeholder
Suasana Selamatan Akbar dan Pengajian Akbar Haul Bung Karno ke-56 di Jalan Ir. Soekarno, Kota Blitar, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian puncak Haul Bung Karno itu dihadiri ribuan masyarakat dan diisi doa bersama, santunan anak yatim, Festival Ambeng, serta pengajian akbar untuk mengenang dan meneladani perjuangan Sang Proklamator. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Pemkot Blitar)

JATIMTIMES – Ribuan masyarakat memadati kawasan Jalan Ir. Soekarno, Kota Blitar, Sabtu (20/6/2026) malam. Mereka hadir dalam Selamatan Akbar dan Pengajian Akbar Haul Bung Karno ke-56, sebuah rangkaian puncak peringatan wafatnya Proklamator Republik Indonesia yang setiap tahun digelar di Kota Blitar, tempat peristirahatan terakhir Bung Karno.

Suasana khidmat menyelimuti kawasan acara sejak petang. Warga dari berbagai daerah, tokoh masyarakat, ulama, akademisi, pejabat daerah, hingga para pecinta Bung Karno berkumpul dalam satu ruang kebersamaan. Mereka tidak hanya datang untuk mengenang sosok Presiden pertama Republik Indonesia itu, tetapi juga meneguhkan kembali semangat perjuangan, persatuan, dan pengabdian yang diwariskan kepada bangsa.

Baca Juga : Munas dan Konbes NU 2026 Resmi Dibuka, Serukan Penguatan Khidmah Jam'iyah untuk Umat

Dalam sambutannya, Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin menegaskan bahwa Haul Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, haul menjadi momentum untuk membumikan kembali nilai-nilai perjuangan sang proklamator dalam kehidupan berbangsa dan pembangunan daerah.

“Setiap kali bulan Juni tiba, atmosfer Bumi Bung Karno selalu dipenuhi getaran semangat perjuangan. Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk mengenang jasa-jasa besar Bung Karno, tetapi juga memohonkan tempat terbaik di sisi Allah SWT sekaligus membumikan kembali pemikiran-pemikiran besar beliau,” ujar Mas Ibin.

Menurutnya, warisan terbesar Bung Karno bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila. Ideologi tersebut hingga kini menjadi perekat yang menyatukan keberagaman suku, budaya, agama, dan wilayah di Indonesia.

“Dalam sejarah Nusantara, saya kira hanya ada dua gagasan besar yang mampu menyatukan bangsa ini, yaitu Sumpah Palapa Gajah Mada dan Pancasila yang digagas Bung Karno,” katanya.

Mas Ibin menambahkan, cita-cita besar Bung Karno tidak boleh berhenti pada penghormatan simbolik. Nilai-nilai yang diwariskan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Bung Karno mengajarkan bahwa tujuan akhir perjuangan adalah kesejahteraan rakyat. Karena itu, kita tidak boleh hanya bangga menjadi Bumi Bung Karno, tetapi harus menerjemahkan gagasan besar beliau ke dalam pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Blitar,” tegasnya. 

Ibin

Haul dan Pembangunan Kota

Wali Kota Blitar menjelaskan, terdapat tiga nilai utama yang menjadi penghubung antara peringatan Haul Bung Karno dengan arah pembangunan Kota Blitar saat ini.

Nilai pertama adalah gotong royong. Menurut Mas Ibin, Bung Karno pernah menegaskan bahwa inti dari Pancasila adalah gotong royong. Karena itu, pembangunan daerah tidak mungkin berhasil jika hanya dikerjakan pemerintah semata.

“Pembangunan Kota Blitar harus dilaksanakan melalui kebersamaan antara pemerintah, ulama, akademisi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Nilai kedua adalah kemandirian ekonomi. Semangat berdikari yang diwariskan Bung Karno menjadi landasan bagi Pemerintah Kota Blitar dalam memperkuat UMKM, ekonomi kerakyatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sedangkan nilai ketiga adalah pembangunan manusia. Mas Ibin menekankan bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kualitas karakter, akhlak, dan keimanan masyarakat.

“Menghadapi tantangan zaman, mari kita jadikan Haul ke-56 ini sebagai momentum refleksi dan penguatan tekad. Melalui pelayanan terbaik, inovasi, dan semangat gotong royong, mari kita lanjutkan api perjuangan Bung Karno untuk mewujudkan Kota Blitar yang maju, sehat, dan sejahtera menuju Kota Masa Depan,” ujarnya.

Haul

Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi

Momentum Haul Bung Karno tahun ini juga diwarnai penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota Blitar dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Beberapa perguruan tinggi yang terlibat di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, bersama sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, pengabdian masyarakat, serta dukungan akademik terhadap pembangunan daerah.

Mas Ibin menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Ini bukan sekadar penandatanganan kerja sama biasa. Ini merupakan komitmen akademis untuk menghadirkan riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia yang berpihak kepada kemajuan masyarakat Kota Blitar,” katanya.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kota Blitar berharap pembangunan daerah semakin berbasis ilmu pengetahuan dan mampu menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

Kerjasama

Ribuan Warga Ikuti Khataman Al-Qur’an

Sebelum Selamatan Akbar digelar, rangkaian Haul Bung Karno ke-56 diawali dengan Semaan Al-Qur’an 56 kali khataman yang berlangsung di depan Kampus PGSD Universitas Negeri Malang Kampus 3 Kota Blitar.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 2.000 peserta tersebut berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Selain khataman Al-Qur’an, rangkaian acara juga meliputi doa lintas agama di kawasan Makam Bung Karno, Festival Ambeng, santunan anak yatim, dan pengajian akbar yang menghadirkan Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir pada kegiatan khataman Al-Qur’an menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat Kota Blitar.

Menurut Khofifah, khataman Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan Haul Bung Karno memiliki nilai spiritual yang sangat besar.

“Ini silaturahmi yang luar biasa. Insyaallah karomahnya besar dan mendapatkan limpahan ridho serta barokah Allah SWT. Mudah-mudahan khataman Al-Qur’an yang panjenengan lakukan diterima Allah SWT dan menjadi hadiah yang mengantarkan Bung Karno mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya,” ujar Khofifah.

Baca Juga : Munas dan Konbes Akan Putuskan Lokasi Muktamar NU 2026

Ia juga menilai kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat hubungan antara ulama, umara, dan masyarakat.

Khofifah kemudian mengisahkan kedekatan Bung Karno dengan KH Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Dari pertemuan keduanya, lahirlah istilah halal bihalal yang hingga kini menjadi tradisi bangsa Indonesia.

“Hubungan antara ulama dan umara memang harus terus disambung. Bung Karno memberikan teladan bahwa dialog dan silaturahmi adalah jalan untuk menyatukan perbedaan,” katanya.

Khofifah

Romy Soekarno: Jangan Hanya Mengenal Gambarnya

Perwakilan keluarga Bung Karno, Romy Soekarno, yang hadir dalam acara tersebut mengajak generasi muda untuk tidak berhenti mengenal Bung Karno sebatas sosok yang fotonya terpampang di berbagai tempat.

Menurut anggota DPR RI itu, yang jauh lebih penting adalah memahami pemikiran dan ajaran Bung Karno.

“Haul Bung Karno bukan hal asing bagi saya. Sejak kecil saya selalu hadir dalam haul Bung Karno, mulai dari di Istana Gebang hingga di Makam Bung Karno. Dari semua cucu Bung Karno, mungkin saya yang paling sering hadir,” ujarnya.

Romy menegaskan bahwa masyarakat harus terus merawat api perjuangan Bung Karno.

“Apa itu api perjuangan Bung Karno? Ilmunya, ajarannya, pemikirannya. Pancasila, Trisakti, pidato-pidatonya, itu yang harus dipelajari. Gambar Bung Karno memang ada di mana-mana, tetapi yang lebih penting adalah memahami dan menjalankan ajarannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan pesan Bung Karno yang terus relevan hingga saat ini, yakni Jas Merah atau Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah.

“Kita harus meneruskan cita-cita Bung Karno. Seperti yang disampaikan Mas Ibin malam ini, Jas Merah bukan sekadar slogan. Itu adalah pengingat agar bangsa ini tidak kehilangan arah dan jati dirinya,” ujar Romy.

Romy

Kota Blitar Jadi Titik Temu Semangat Kebangsaan

Rangkaian Haul Bung Karno tahun ini juga bertepatan dengan kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Makam Bung Karno dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara.

Menurut Mas Ibin, kehadiran berbagai tokoh nasional di Kota Blitar menunjukkan bahwa Bung Karno tetap menjadi figur pemersatu bangsa yang dihormati lintas generasi.

“Kami sangat bahagia dan bangga karena Kota Blitar banyak dikunjungi tokoh-tokoh bangsa. Ini menunjukkan bahwa semangat Jas Merah masih hidup. Mereka datang untuk mengenang sekaligus meneladani Bung Karno,” katanya.

Listyo Sigit

Sehari Penuh Mendoakan Sang Proklamator

Sebelum Selamatan Akbar digelar, rangkaian Haul Bung Karno ke-56 telah diawali dengan Semaan Al-Quran 56 Kali Khataman yang berlangsung pukul 06.00 hingga 15.00 WIB di panggung depan Kampus PGSD Universitas Negeri Malang (Kampus 3) Kota Blitar. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 2.000 peserta yang bersama-sama menghadiahkan doa dan khataman Al-Quran untuk Bung Karno.

Pada pukul 15.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Doa Lintas Agama di Kawasan Makam Bung Karno. Doa bersama itu menjadi simbol persatuan dan penghormatan terhadap warisan kebangsaan Sang Proklamator yang mampu mempersatukan keberagaman bangsa Indonesia.

Memasuki sore hingga malam hari, suasana Haul Bung Karno semakin semarak melalui Festival Ambeng yang digelar mulai pukul 18.00 WIB di sepanjang Jalan Ir. Soekarno. Pada waktu yang sama, panitia juga menyalurkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan haul tahun ini.

Puncak kegiatan berlangsung pada malam hari melalui Selamatan Akbar Haul Bung Karno ke-56 yang dirangkai dengan Pengajian Akbar bersama Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa. Dalam suasana khidmat, ribuan jamaah memanjatkan doa untuk Bung Karno, keselamatan bangsa Indonesia, serta kemajuan Kota Blitar agar terus tumbuh sebagai Kota yang Maju, Sehat, dan Sejahtera menuju Kota Masa Depan.

Di tengah lantunan doa dan semangat kebersamaan itu, pesan yang mengemuka sepanjang malam terasa jelas: mengenang Bung Karno bukan hanya soal menoleh ke masa lalu, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai perjuangannya dalam kehidupan hari ini.

Bagi Pemerintah Kota Blitar, Haul Bung Karno ke-56 menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong, memperluas kolaborasi, serta meneguhkan komitmen membangun Kota Blitar yang maju, sehat, dan sejahtera menuju Kota Masa Depan. 

Moesa

 

 


Topik

Peristiwa haul bung karno



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa