Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Wamenkes RI Minta Pemkab Malang Bangun Kolaborasi Percepatan Eliminasi TBC

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : A Yahya

03 - Jul - 2026, 19:08

Placeholder
Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus didampingi Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijoyo usai menghadiri gelaran gebyar percepatan eliminasi TBC melalui SSTB dengan X-Ray, ckg dan senam bugar di SMK Bina Bangsa Dampit, Kabupaten Malang, Jumat (3/7/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus memastikan percepatan eliminasi penyakit Tuberkulosis atau TBC melalui Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) dengan X-Ray, cek kesehatan gratis (ckg) dan senam bugar di Kabupaten Malang terlaksana dengan baik. 

Benjamin pun berkesempatan hadir secara langsung di acara gebyar percepatan eliminasi TBC melalui SSTB dengan X-Ray, ckg dan senam bugar di SMK Bina Bangsa Dampit, didampingi Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dr. Prima Yosephine Berliana Yumiur Hutapea, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijoyo, beserta jajaran lainnya. 

Baca Juga : Semesta Mengabdi Perkuat Kolaborasi DEMA UIN Maliki dan Pemkab Malang Atasi Persoalan Desa

Dokter spesialis paru itu menyampaikan, bahwa percepatan eliminasi TBC merupakan salah satu atensi khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto. Mengingat, posisi Indonesia saat merupakan negara di dunia dengan jumlah pasien TBC terbanyak kedua setelah India. 

"Indonesia itu hari ini menduduki kasus TBC nomor dua di dunia. Presiden Prabowo kan peduli sama kesehatan, maka dalam program pemerintahan ini, pemerataan eliminasi TBC merupakan program quick win, jadi namanya PHTC atau program hasil terbaik dan cepat. Oleh karena itu kita melakukan extraordinary," ungkap Benjamin kepada JatimTIMES.com, Jumat (3/7/2026). 

Pejabat negara yang merupakan asli Malang ini menuturkan, bahwa selama ini seluruh daerah di Indonesia telah berjuang bersama-sama dalam mengeliminasi TBC, termasuk di Kabupaten Malang. Ia pun mengapresiasi masing-masing daerah yang menggerakkan tenaga kesehatan serta kader kesehatannya dalam upaya percepatan eliminasi TBC. 

"Tetapi menurut saya, karena saya ahli paru, kita ilmunya sama-sama tahu bahwa orang sakit TBC kan nular. Selama ini ketika ada tang sakit yang diobati orang di dalam rumah. Nah di Jawa Timur, dari yang sakit, yang dikasih obat pencegahan, lumayan 37 persen. Ada provinsi lain masih nol persen, maka itu nggak bisa. Makanya kita lakukan extraordinary, kita lakukan gerakan masif," jelas Benjamin. 

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan bahwa seluruh penderita TBC wajib diobati dan keluarga atau masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC wajib diperiksa serta diberikan obat pencegahan penulasan selama satu pekan satu kali. 

"Sehingga dalam dua sampai tiga tahun ke depan, kasus TBC di Indonesia pasti turun. Itu makanya saya butuh media supaya masyarakat tahu bahwa TBC kan bisa diobati. Bahkan kalau sudah ditemukan, diobati di Indonesia di atas 90 persen, orang hidupnya berobatnya teratur, bagus. Tetapi banyak yang belum ketahuan sakit," beber Benjamin. 

Lebih lanjut, Benjamin mencontohkan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang dalam melakukan percepatan eliminasi TBC. Di mana pada tahun 2025 lalu, penderita TBC diperkirakan sekitar 4.800 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.300 orang telah mendapatkan pendampingan pengobatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang melalui 39 UPT Puskesmas yang ada. 

Ia juga mendorong agar Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dapat segera menyelesaikan percepatan eliminasi TBC terhadap sekitar 1.500 orang penderita maupun yang kontak erat dengan penderita TBC di Kabupaten Malang. Pasalnya, jika tidak segera diobati dikhawatirkan dapat menulari orang lainnya. 

"Maka sekarang yang kita kejar adalah orang yang serumah, pasti kan makan bareng, tinggal serumah yang kecil itu kan bisa ketularan. Itu yang akan diperiksa, kontak eratnya diperiksa. Maka melalui kesempatan hari ini, kita mengedukasi masyarakat, khususnya tenaga kesehatan," kata Benjamin. 

Ia juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan untuk dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi, yayasan, rumah sakit swasta, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat dalam melakukan sosialisasi secara masif agar penderita maupun orang yang kontak erat dengan penderita TBC dapat segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya. 

Menjelaskan terkait TBC.

Benjamin mengaku, kunjungannya ke Kabupaten Malang ini merupakan rangkaian kegiatan dari peninjauan percepatan eliminasi TBC melalui SSTB x-ray dan ckg oleh Kementerian Kesehatan di seluruh wilayah di Indonesia. 

Baca Juga : Specta Flora Festival 2026 Jadi Panggung Kebangkitan Industri Bunga Kota Batu

"Kita baru mulai mensosialisasikan program ini, baru berlaku sekarang secara nasional. Tetapi selama ini sudah dikerjakan. Tetapi kalau ini kan beda yakni rogram yang dikontrol. Makanya saya keliling Indonesia, saya sudah ke 24 provinsi," kata Benjamin. 

Selain itu, ia menekankan bahwa tahapan pencegahan TBC merupakan satu tahapan yang paling penting. Di mana tahapan pencegahan tersebut dapat efektif terlaksana melalui kegiatan ckg. Pasalnya, ketika dilakukan ckg oleh tenaga kesehatan, setiap orang akan mengetahui beberapa indikasi penyakit yang berpotensi terjadi. Mulai dari serangan jantung, stroke, gagal ginjal, cuci darah, hingga hipertensi. 

"Jadi kalau (ckg) kita kerjakan, bagus ya. Kalau kita bisa kerjakan 2027-2028, maka saya harap 2029 kasus cuci darah turun, orang yang kena stroke berkurang, masyarakat Indonesia umur tambah panjang. Jadi tujuan kita kan harapan hidup panjang dan sehat, makanya perlu ckg," jelas Benjamin. 

Sementara itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyampaikan ucapan terima kasih kepada Benjamin beserta jajaran dari Kementerian Kesehatan RI yang telah hadir secara langsung meninjau pelaksanaan SSTB melalui x-ray dan ckg.  

Lathifah menyebut, selama ini Pemkab Malang melalui Dinas Kesehatan telah rutin menggelar ckg di masing-masing puskesmas kepada masyarakat untuk memahami kondisi kesehatan serta mendeteksi dini penyebaran penyakit menular seperti TBC. 

Ia juga menyampaikan, bahwa beberapa waktu lalu jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Malang diundang oleh Komisi IX DPR RI untuk memaparkan kondisi percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Malang. "Berarti PR kita masih ada 1.500 an itu yang masih berkeliaran di masyarakat. Itu yang menurut saya perlu segera ditangani karena khawatir nanti penyebarannya yang liar ini menjadi sulit untuk dideteksi," kata Lathifah. 

Pihaknya juga menyatakan komitmennya bahwa Pemkab Malang siap mendukung program percepatan eliminasi TBC yang menjadi atensi langsung Presiden RI Prabowo Subianto, melalui kegiatan SSTB dengan x-ray dan ckg. 

"Jadi skrining dilakukan, pengobatan dilakukan untuk masyarakat yang terpapar, yang sakit. Untuk preventif, keluarga serumah juga akan dilakukan skrining dan pemeriksaan ekstra, x-ray. Kemudian kalau tidak terpapar akan diberikan obat pencegahan supaya tidak menular kepada yang lain dan itu kita dukung sepenuhnya," pungkas Lathifah. 


Topik

Pemerintahan Benjamin poaulus octavianus lathifah shohib tbc tbc kabupaten malang wiyanto wijoyo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan