JATIMTIMES - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur terus meluas. Pada Minggu, 9 Agustus 2026, personel gabungan masih dikerahkan untuk melakukan percepatan pemadaman api melalui darat maupun udara.
Berdasarkan laporan terbaru yang turut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang pada Minggu, 9 Agustus 2026, dampak kebakaran hutan di kawasan TNBTS terus meluas sejak Sabtu, 8 Agustus 2026.
Baca Juga : 20 Prompt AI Gambar HUT ke-81 RI untuk 17 Agustus 2026, Menarik dan Mudah Dicoba
"Bara api nampak di area Pusung Ledok Bedor pada wilayah administrasi Kabupaten Lumajang-Kabupaten Probolinggo. Sampai dengan (Sabtu, 8 Agustus 2026, red) sekitar pukul 22.00 WIB, api sempat mengarah ke savana. Tapi dapat dicegah dengan sekat pembasahan," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, saat dikonfirmasi pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Diperkirakan, total luas lahan yang terbakar saat ini mencapai sekitar 135 hektare. Yakni dengan jenis vegetasi yang terdampak kebakaran meliputi cemara gunung, mentigen, akasia hingga semak belukar.
Dampak luas lahan yang terbakar tersebut dimungkinkan masih terus bertambah. Mengingat saat ini cuaca di wilayah Bromo terpantau cerah dengan kecepatan angin sedang.
Perkiraan luas lahan terdampak kebakaran yang dimungkinkan masih bisa bertambah tersebut juga sesuai dengan sejumlah data yang disampaikan oleh beberapa pihak terkait. Di mana, total luas lahan terdampak karhutla di kawasan TNBTS pada beberapa waktu lalu telah mencapai sekitar 176 hektare.
"Sedangkan untuk wilayah terdampak kebakaran hutan yang saat ini meluas ke arah Bukit B29 tepatnya pada Pusung Ledok Bedor tersebut, berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari Pusung Jantur," ujar Sadono.
Sebelumnya, disampaikan Sadono, juga sempat muncul titik api pada jalur Jemplang menuju Watu Gede yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Malang. Namun, titik api tersebut telah berhasil dikondisikan kembali oleh tim pemadaman darat. Sehingga pada saat ini dilaporkan sudah tidak ada titik api lagi.
"Area batas wilayah Kabupaten Malang telah aman, sudah tidak ada bara api. Sebelumnya sempat muncul bara api namun berhasil kami padamkan dengan tim darat," ujarnya.
Berdasarkan pantauan kondisi terkini, dijabarkan Sadono, di area Pusung Ledok Bedor ditemukan hotspot atau titik panas yang masih berasap. "Operasi Drone Water Spray dari BPBD Provinsi Jawa Timur juga telah disiagakan pada area savana untuk pengamanan bawah, sekaligus pembasahan hotspot yang dimungkinkan menimbulkan bara api dapat menyala kembali," imbuhnya.
Hingga saat ini, diakui Sadono, sejumlah personel gabungan termasuk tim pemadaman darat juga masih terus disiagakan. Yakni dengan turut melibatkan dari unsur gabungan BPBD Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Malang, Balai Besar TNBTS, hingga sejumlah pihak terkait termasuk relawan.
Baca Juga : Musim Kemarau Bikin Kekeringan? Ini Cara Mengatasinya Menurut Islam
"Tim darat turut disiagakan untuk kebutuhan percepatan penanganan maupun patroli kawasan Bromo. Kami juga terus melaksanakan koordinasi dengan Pos TNBTS di area Jemplang," ujarnya.
Pada koordinasi tersebut juga berkaitan dengan kebijakan penutupan sementara pada semua pintu masuk yang ada di kawasan wisata Bromo oleh pihak TNBTS. Termasuk pintu masuk melalui Pos Jemplang. "Saat ini sejumlah personel juga masih stand by di Pos Jemplang," imbuhnya.
Penutupan semua pintu masuk kawasan wisata Bromo oleh pihak TNBTS tersebut meliputi pintu masuk Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo; Wonokitri, Kabupaten Pasuruan; Pos Jemplang dan Coban Trisula, Kabupaten Malang; serta Senduro, Kabupaten Lumajang.
"Semua pintu masuk ditutup untuk kunjungan wisata. Penutupan diberlakukan sejak Sabtu tanggal 8 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB, sampai dengan batas waktu yang nantinya akan disampaikan lebih lanjut," ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, titik api mulai terpantau di kawasan kaldera Bromo pada Senin, 3 Agustus 2026. Titik api pada saat itu terpantau pertama kali pada kawasan Bantengan atau Bukit Jantur pada wilayah administratif Kabupaten Probolinggo.
Sedikitnya ada ratusan personel gabungan dari berbagai unsur yang terdata dan bergabung dalam operasi penanganan darurat kebakaran hutan pada kawasan Gunung Bromo tersebut. Ratusan personel gabungan yang terlibat dalam upaya penanganan kebakaran itulah yang dikerahkan untuk melakukan pemadaman baik melalui darat maupun udara.
Salah satu upaya pemadaman tersebut ialah dengan turut menggunakan helikopter water bombing yang dilaporkan juga masih berlangsung hingga hari ke-6, Minggu, 9 Agustus 2026. "Tim BPBD Kabupaten Malang juga turut melaksanakan giat pengarahan hingga pengamanan pada titik pengambilan air helikopter water bombing di area Ranu Pani dan Ranu Regulo," pungkas Sadono.
