Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Buka PBAK 2026, Rektor UIN Malang Tekankan Berpikir Kritis dan Growth Mindset pada Ribuan Maba 

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

18 - Aug - 2026, 19:41

Placeholder
Suasana pembukaan PBAK Muda Malang 2026 dengan ribuan mahasiswa sebagai peserta (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., tidak ingin mahasiswa baru memaknai masuk perguruan tinggi hanya sebagai keberhasilan lolos seleksi. Di hadapan peserta Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Maliki Muda 2026, ia justru meletakkan beban tanggung jawab yang lebih besar: membuktikan dalam empat tahun bahwa mereka layak disebut calon pemimpin masa depan.

"Selamat datang calon pemimpin masa depan. Selamat datang pemimpin-pemimpin baru, pemimpin-pemimpin yang akan datang di bangsa ini, di negara ini," kata Prof. Ilfi saat membuka PBAK Maliki Muda 2026, Selasa, (18/8/2026).

Baca Juga : Konstruksi Lapuk, Atap Masjid Al Islah di Kedungkandang Malang Ambruk

Menurutnya, kesempatan menjadi mahasiswa UIN Malang bukan sesuatu yang diperoleh seluruh pendaftar. Ia menyebut lebih dari 43.000 orang memiliki animo untuk kuliah di UIN Malang, sementara yang akhirnya diterima hanya 5.022 mahasiswa. Dari lebih dari 14.000 pendaftar dalam proses penerimaan mahasiswa baru yang disebutkan dalam sambutannya, jumlah yang diterima juga hanya 5.022 orang.

Karena itu, Prof. Ilfi meminta mahasiswa tidak berhenti pada rasa bangga terhadap almamater. Kesempatan tersebut harus dikonversi menjadi prestasi, kapasitas intelektual dan karakter.

"Empat tahun lagi kalian mempunyai masa depan yang cerah. Kalian adalah generasi-generasi pilihan," ujarnya.

1

Ia kemudian membuka sejumlah capaian UIN Malang yang menurutnya menjadi modal penting bagi mahasiswa. Sekitar 65 persen program studi telah berstatus akreditasi unggul. Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 80 persen dalam satu hingga dua tahun ke depan, terutama setelah program studi baru menyelesaikan proses akreditasi.

Di tingkat internasional, sekitar 30 persen program studi UIN Malang telah terakreditasi internasional dan tahun ini kampus kembali menargetkan pengajuan akreditasi internasional untuk sekitar 30 persen program studi lainnya.

Reputasi tersebut juga ditunjukkan melalui pemeringkatan global. Prof. Ilfi menyebut UIN Malang pada 2025 berada pada peringkat 101-150 dunia versi QS UR untuk bidang Islamic Studies. Sementara versi UniRank, UIN Malang berada di posisi ke-21 perguruan tinggi Islam tingkat dunia.

Namun, Rektor mengingatkan bahwa capaian institusi tidak akan otomatis menjadi capaian individu mahasiswa. Mereka harus aktif membangun kompetensi selama masa kuliah.

"Jangan sia-siakan waktu terbuang. Di sini empat tahun itu waktu yang sedikit, tidak panjang. Kalian punya waktu, maka pergunakan sebaik-baiknya," pesannya.

Komitmen lingkungan ini kemudian diperkuat Prof. Ilfi dengan meminta mahasiswa ikut bertanggung jawab menjaga kampus. Menurutnya, kampus tidak mungkin diawasi selama 24 jam oleh pengelola sehingga budaya menjaga lingkungan harus tumbuh dari mahasiswa sendiri.

"Kita jadikan kampus ini menjadi Green Campus karena ini adalah ajaran dari agama kita. Maka jangan banyak menggunakan plastik untuk kebutuhan sehari-hari ketika nanti berada di Ma'had," kata Prof. Ilfi.

Selain lingkungan, persoalan yang mendapat perhatian serius Rektor adalah pembentukan karakter mahasiswa selama tinggal di Ma'had. Ia menegaskan Ma'had bukan sekadar tempat tinggal atau tempat tidur mahasiswa selama satu tahun pertama.

"Ma'had adalah tempat pembentukan karakter. Ma'had adalah tempat belajar tentang keislaman. Ma'had tempat belajar toleransi, keberagaman, dan keberagamaan," ujarnya.

UIN Malang juga memiliki Hai'ah Tahfidh Al-Qur'an (HTQ) yang disebut menaungi sekitar 3.000 penghafal Al-Qur'an. Mahasiswa yang belum menyelesaikan hafalan 30 juz tetap memiliki kesempatan mengikuti pembinaan hingga lulus.

Di sisi lain, Pusat Pengembangan Bahasa memberikan pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris kepada mahasiswa tanpa biaya tambahan. Lanjut Prof. Ilfi, kemampuan bahasa menjadi salah satu modal mahasiswa untuk memasuki ruang akademik yang semakin global.

Tantangan mahasiswa, menurut Rektor, juga tidak bisa dijawab hanya dengan mengandalkan materi perkuliahan. Ia meminta mahasiswa membaca buku, memanfaatkan perpustakaan, memperbanyak literatur Arab dan Inggris, serta membiasakan diri membaca artikel dan jurnal internasional.

"Kunci keberhasilan bukan hanya dari kelas, bukan hanya mendengarkan dari dosen, tetapi harus berpikir kritis, pergi ke perpustakaan, membaca literatur-literatur yang berbahasa Arab ataupun berbahasa Inggris, membaca artikel, jurnal-jurnal yang internasional," tegasnya.

Prof. Ilfi bahkan meminta mahasiswa meneladani tradisi intelektual para ilmuwan Muslim. Mahasiswa Tarbiyah diarahkan belajar dari Fatimah al-Fihri, mahasiswa Syariah dari perjalanan keilmuan Imam Syafi'i, mahasiswa Sains dari Al-Khawarizmi, Al-Haitsam dan Ibn Hayyan, serta mahasiswa Ekonomi dari pemikiran Ibn Khaldun, Abu Yusuf dan Al-Maqrizi.

Pesan tersebut mengarah pada satu tuntutan: mahasiswa UIN Malang tidak cukup hanya memiliki satu kompetensi. Mereka harus mampu mengembangkan keilmuan utama sekaligus memperluas wawasan keislaman dan kemampuan lintas disiplin.

Prof. Ilfi menambahkan dimensi lain yang tidak kalah penting: mahasiswa harus mampu mengendalikan diri ketika memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjauhi narkoba, minuman keras dan perilaku seksual bebas. Ia juga meminta mahasiswa berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan agar tidak terjerumus pada tindakan yang dapat merusak masa depan.

Baca Juga : Pengurus IKAPJ 2026 2031 Resmi Dikukuhkan, POLIJE Titip Harapan Besar kepada Alumni

"Ketika nanti setelah keluar dari Ma'had satu tahun, kalian sudah dibentuk dan kalian sudah kuat. Maka jika melakukan penyelewengan adalah pengkhianatan terbesar kepada orang tua dan agama," ujarnya.

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., dalam laporan pelaksanaan PBAK 2026 menjelaskan bahwa arah tersebut memang menjadi bagian dari desain PBAK tahun ini. PBAK Maliki Muda Arka Dharma 2026 mengusung tema "Sinergitas Mahasiswa Menuju UIN Malang Berdikdaya".

Ita mengatakan tema tersebut tidak hanya diarahkan pada pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi pijakan untuk membangun kolaborasi, budaya akademik yang sehat, inovatif dan produktif serta karakter Ulul Albab.

"Tema ini menegaskan pentingnya kolaborasi, kebersamaan, budaya akademik yang sehat, inovatif, produktif, sekaligus penguatan karakter Ulul Albab: kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional," jelas Ita, sapaan akrabnya.

Ia menegaskan pelaksanaan PBAK mengacu pada Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2939 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi serta Keputusan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Nomor 1547 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan PBAK Tahun 2026.

Dari sisi pelaksanaan, PBAK Universitas berlangsung 17-19 Agustus 2026 dan dilanjutkan PBAK tingkat fakultas pada 20-23 Agustus 2026. Untuk PBAK Universitas, kegiatan berlangsung di Kampus 1 dan Kampus 3.

Khusus Kampus 1, terdapat 3.397 mahasiswa baru yang mengikuti rangkaian PBAK. Mereka berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan sebanyak 1.141 peserta, Fakultas Syariah 626 peserta, Fakultas Ekonomi 759 peserta dan Fakultas Sains dan Teknologi 871 peserta.

Jumlah panitia yang terlibat mencapai 385 orang, terdiri dari unsur tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Ita menjelaskan, rangkaian hari pertama diarahkan untuk memberikan pengalaman awal kepada mahasiswa mengenai lingkungan kampus. Kegiatan mencakup orientasi lingkungan, pengenalan unit kegiatan mahasiswa, campus tour, hingga aktivitas kebersamaan melalui paper mob dan mozaik.

Pada hari kedua, materi mulai diarahkan pada pengenalan kebijakan dan budaya akademik melalui materi dari pimpinan universitas, pimpinan fakultas, lembaga dan unit terkait, selain materi dari unsur internal dan eksternal.

Yang menarik, PBAK tahun ini juga mencoba mengoreksi pola kegiatan yang berpotensi menghasilkan sampah. Ita menyebut konsep Green Campus diterapkan sejak mahasiswa mengikuti PBAK.

Mahasiswa diwajibkan membawa tumbler untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Panitia juga mengubah konsep paper mob yang sebelumnya menggunakan kertas khusus dan berpotensi menjadi sampah setelah kegiatan.

"Kali ini paper mob dicetak di buku adik-adik semua yang saat ini dibawa. Di buku itu adik-adik bisa melihat petunjuk teknis, rundown acara, bahkan sampai lampiran-lampiran paper mob yang berwarna-warni," terang Ita.

Dengan pola tersebut, material yang digunakan dalam paper mob tidak langsung berakhir sebagai limbah kegiatan. Buku panduan tetap dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan mahasiswa.

Ita juga menekankan bahwa PBAK tidak boleh kembali pada pola lama yang menempatkan mahasiswa baru sebagai objek perploncoan. Ia menyebut panitia memiliki komitmen untuk memastikan kegiatan berlangsung edukatif, humanis, aman, tertib, inklusif dan bermartabat.

"PBAK bukanlah ruang untuk melakukan perploncoan, intimidasi, bullying, kekerasan verbal maupun fisik, diskriminasi, pelecehan seksual, ataupun tindakan yang merendahkan harkat dan martabat peserta," tegas Ita.

Panitia juga memastikan tidak terdapat pungutan pembiayaan atau pembayaran dalam bentuk apa pun kepada peserta.

Ita menambahkan, keberhasilan PBAK tidak semestinya diukur dari meriahnya seremoni pembukaan atau banyaknya rangkaian kegiatan. Orientasi utamanya adalah menjadikan PBAK sebagai titik awal pembentukan mahasiswa yang mampu mengintegrasikan ilmu dan keislaman, berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan dan memiliki kontribusi nyata.


Topik

Pendidikan UIN Malang Universitas Islam Negeri Malang Ilfi Nurdiana rektor mahasiswa baru



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri