Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Bisakah Sedekah sebagai Jalan Penghapus Dosa dan Pintu Luas Ampunan Allah?

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Feb - 2026, 10:45

Placeholder
Ilustrasi sedekah yang dilakukan umat muslim (ist)

JATIMTIMES - Manusia tak pernah lepas dari salah dan khilaf selama menjalani hidup. Namun di balik keterbatasan itu, terbentang luas rahmat Allah SWT yang membuka banyak pintu ampunan bagi hamba-Nya. Salah satu jalan yang diyakini membawa cahaya penghapus dosa adalah sedekah, amalan sederhana yang berdampak besar.

Dalam pandangan para ulama, sedekah bukan sekadar berbagi materi. Ia menjadi wujud kebaikan yang diyakini mampu meredakan murka Allah SWT, menghadirkan keberkahan, bahkan menjadi sebab dilapangkannya rezeki dan disembuhkannya penyakit. Sedekah yang dilakukan secara konsisten juga dinilai memiliki kekuatan spiritual dalam membersihkan dosa-dosa yang telah lalu.

Baca Juga : Bolehkah Qadha Puasa Ramadan di Bulan Syaban? Ini Hukum dan Keutamaannya

Sekretaris Fatwa Dar Iftaa Mesir, Syekh Ahmed Mamdouh, sebagaimana dikutip dari Elbalad, menegaskan bahwa amal sedekah yang dilakukan terus-menerus memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Ia menyebut sedekah sebagai salah satu bentuk perbuatan baik yang dapat menghapus dosa, selama dilakukan dengan niat tulus dan penuh keikhlasan.

Pandangan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Alquran, yang menegaskan bahwa kebaikan memiliki kekuatan untuk menghapus keburukan. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapus perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS Hud ayat 114). Ayat ini menjadi dasar bahwa amal saleh, termasuk sedekah, memiliki peran penting dalam perjalanan spiritual seorang mukmin.

Meski demikian, Syekh Ahmed Mamdouh mengingatkan bahwa sedekah tidak bisa dijadikan pengganti untuk seluruh bentuk penebusan kesalahan. Ia menjelaskan bahwa dalam kasus pelanggaran sumpah, Islam telah menetapkan ketentuan khusus. Penebusannya harus dilakukan dengan memberi makan sepuluh orang miskin, atau jika tidak mampu, menggantinya dengan puasa selama tiga hari.

Penjelasan serupa juga disampaikan Sekretaris Fatwa Dar Iftaa Mesir lainnya, Syekh Muhammad Abd al-Sami. Ia menuturkan bahwa perbuatan baik pada dasarnya memang dapat menghapus dosa-dosa kecil. Menurutnya, sedekah, memberi makan orang yang membutuhkan, membaca Alquran, serta memperbanyak istighfar merupakan rangkaian amal yang saling melengkapi dalam meraih ampunan Allah SWT.

Baca Juga : Hoki Uang Meledak! 5 Zodiak Ini Diprediksi Paling Cuan pada 4 Februari 2026

“Setiap amal yang mendatangkan pahala akan menutup kesalahan yang telah dilakukan. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang,” ujar Syekh Muhammad Abd al-Sami.

Lebih jauh, Dar Iftaa Mesir juga menekankan keutamaan bersedekah kepada keluarga sendiri. Melalui laman resmi Facebook-nya, Dar Iftaa mengingatkan bahwa orang-orang terdekat justru memiliki hak lebih besar atas kebaikan yang kita lakukan. Hal ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang menyebut bahwa sedekah kepada orang miskin bernilai satu pahala sedekah, sementara sedekah kepada kerabat mengandung dua keutamaan sekaligus, yakni sedekah dan menjaga tali silaturahmi.


Topik

Agama Sedekah pengampun dosa dosa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Agama

Artikel terkait di Agama