Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Daftar Maskapai yang Masih Beroperasi di Tengah Konflik Timur Tengah

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

10 - Mar - 2026, 07:58

Placeholder
Ilustrasi pesawat. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran sejak 28 Februari membuat sejumlah wilayah udara ditutup. Kondisi ini berdampak besar terhadap industri penerbangan internasional.

Banyak maskapai terpaksa membatalkan penerbangan, mengalihkan rute, hingga mengoperasikan layanan secara terbatas demi menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Legi 10 Maret 2026: Kurang Baik untuk Pernikahan

Meski demikian, beberapa maskapai masih tetap menjalankan penerbangan dengan berbagai penyesuaian. Ada yang hanya melayani rute tertentu, ada pula yang menjalankan penerbangan khusus untuk membantu penumpang yang terjebak di bandara.

Dilansir dari Arab Times News, Selasa (10/3/2025), berikut sejumlah maskapai yang masih mengoperasikan penerbangan di tengah situasi konflik di Timur Tengah.

Qatar Airways

Maskapai asal Qatar ini untuk sementara menghentikan penerbangan reguler dari Doha. Namun, Qatar Airways masih menjalankan beberapa penerbangan khusus untuk membantu penumpang yang terdampak situasi tersebut.

Penerbangan bantuan dijadwalkan mulai beroperasi dari Muscat dan Riyadh untuk mengangkut penumpang yang terjebak dan perlu melanjutkan perjalanan.

Dikutip dari Al Jazeera, Qatar Airways juga mengoperasikan penerbangan repatriasi pada 7 Maret dari Bandara Internasional Hamad menuju sejumlah kota besar di Eropa, antara lain:

• London (LHR)

• Paris (CDG)

• Madrid (MAD)

• Roma (FCO)

• Frankfurt (FRA)

Maskapai ini menyatakan bahwa prioritas akan diberikan kepada penumpang yang terlantar bersama keluarga, penumpang lanjut usia, serta mereka yang memiliki kebutuhan perjalanan medis maupun kemanusiaan yang mendesak.

Emirates

Emirates masih menjalankan sejumlah penerbangan terbatas dari Dubai dan Abu Dhabi. Penerbangan tersebut menggunakan koridor udara aman milik Uni Emirat Arab yang telah disetujui untuk menjaga keselamatan operasional penerbangan.

Maskapai ini mengoperasikan jadwal yang dikurangi sambil berupaya memulihkan jaringan penerbangan secara bertahap. Dalam satu hari, Emirates dilaporkan mampu mengangkut sekitar 30.000 penumpang dari Dubai.

Pada Sabtu, Emirates menyatakan telah mengoperasikan sekitar 106 penerbangan pulang pergi setiap hari menuju 83 destinasi, atau sekitar 60 persen dari total jaringan penerbangannya. Maskapai ini menargetkan dapat kembali beroperasi secara penuh dalam waktu dekat.

Etihad Airways

Etihad Airways juga masih menjalankan layanan penerbangan meskipun dengan jadwal yang lebih terbatas.

Beberapa rute tetap beroperasi dari Abu Dhabi dan Dubai, namun frekuensi penerbangan telah dikurangi sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi keamanan di kawasan tersebut.

El Al Israel Airlines

Maskapai nasional Israel, El Al, berencana mengoperasikan sembilan penerbangan menuju Tel Aviv.

Penerbangan tersebut dijadwalkan berangkat dari sejumlah kota di Eropa, seperti Athena, Milan, Jenewa, Munich, dan Paris.

Baca Juga : Jembatan Gantung Perintis Garuda di Ngrambe Diresmikan, Bupati Ngawi Apresiasi Peran Kodim dan Masyarakat

Israir

Maskapai Israir juga masih menjalankan penerbangan menuju Tel Aviv dengan jadwal terbatas.

Sebanyak lima penerbangan dijadwalkan berangkat dari beberapa kota, di antaranya Roma, Berlin, Athena, Batumi, dan Rovaniemi.

Arkia

Maskapai Arkia merencanakan satu penerbangan dari Roma menuju Tel Aviv.

Namun, pihak maskapai menyebut jumlah penerbangan kemungkinan akan ditambah dalam beberapa hari ke depan, tergantung pada perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut.

Turkish Airlines

Turkish Airlines memilih membatalkan sejumlah penerbangan ke dan dari berbagai negara di Timur Tengah.

Beberapa rute yang dibatalkan meliputi penerbangan menuju Bahrain, Iran, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Suriah, dan Uni Emirat Arab.

Selain itu, penerbangan menuju kota Dammam dan Riyadh di Arab Saudi juga dihentikan sementara.

Air France

Maskapai Air France juga mengambil langkah penangguhan penerbangan ke beberapa kota di kawasan Timur Tengah.

Penerbangan menuju Dubai dan Riyadh ditangguhkan hingga 6 Maret. Sementara itu, rute menuju Tel Aviv dan Beirut dihentikan setidaknya hingga 8 Maret.

Air India

Air India tetap menjalankan satu penerbangan pada rute Mumbai–Dubai–New Delhi.

Maskapai ini menggunakan pesawat berkapasitas lebih besar agar dapat mengangkut lebih banyak penumpang yang terdampak situasi konflik dan membutuhkan penerbangan pulang.

Kuwait Airways

Kuwait Airways juga melakukan penyesuaian dengan mengalihkan penumpang yang telah melakukan pemesanan sebelumnya melalui rute Jeddah di Arab Saudi.

Langkah ini diambil untuk memastikan penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

Meski tetap terbang ditengah konflik Timur Tengah, namun sejumlah maskapai penerbangan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan dapat mengubah jadwal penerbangan sewaktu-waktu.

Karena itu, penumpang disarankan untuk selalu memeriksa informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.


Topik

Peristiwa maskapai perang israel iran amerika



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa