JATIMTIMES - Menjelang musim haji 1447 H/2026 M, calon jemaah tidak hanya diminta menyiapkan dokumen dan biaya perjalanan, tetapi juga memastikan kondisi tubuh benar-benar prima. Salah satu syarat yang wajib dipenuhi adalah vaksinasi sebelum masuk asrama haji dan berangkat ke Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi melalui aturan kesehatan terbaru kembali menegaskan bahwa imunisasi menjadi syarat wajib untuk melindungi jemaah dari risiko penyakit menular di tengah jutaan orang yang berkumpul saat ibadah haji. Ketentuan ini juga berlaku bagi jemaah asal Indonesia.
Baca Juga : Bansos PKH-BPNT Tahap 2 Cair Lebih Cepat? Ini Jadwal April 2026
Berikut daftar vaksin wajib dan vaksin tambahan yang perlu diketahui calon jemaah haji 2026.
Vaksin Wajib Jemaah Haji 2026
1. Vaksin Meningitis Meningokokus (ACWY)
Vaksin meningitis masih menjadi syarat mutlak bagi calon jemaah haji.
Vaksin ini harus diberikan minimal 10 hari sebelum tiba di Arab Saudi. Masa perlindungannya berlaku hingga lima tahun, tergantung jenis vaksin yang digunakan.
Pemberian vaksin meningitis bertujuan mencegah infeksi bakteri Neisseria meningitidis yang mudah menyebar dalam kerumunan besar.
2. Vaksin Polio
Untuk musim haji 2026, vaksin polio juga menjadi perhatian penting.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia sudah menerapkan kewajiban vaksin polio bagi jemaah menyusul ketentuan dari Arab Saudi untuk negara yang memiliki risiko kasus polio dalam setahun terakhir.
Jenis vaksin yang digunakan bisa berupa bOPV atau IPV, dengan waktu pemberian sekitar 4 minggu hingga 12 bulan sebelum keberangkatan.
3. Vaksin COVID-19
Vaksin COVID-19 tetap masuk dalam daftar persyaratan kesehatan.
Calon jemaah harus telah menerima dosis lengkap sesuai protokol kesehatan yang berlaku, dengan dosis terakhir idealnya diterima minimal dua minggu sebelum terbang.
4. Vaksin Demam Kuning (Yellow Fever)
Vaksin ini tidak wajib untuk jemaah asal Indonesia. Yellow fever hanya diwajibkan bagi jemaah yang berasal dari negara endemis, terutama di kawasan Afrika dan Amerika Selatan.
Vaksin Tambahan yang Dianjurkan
Selain vaksin wajib, ada beberapa vaksin yang sangat disarankan agar kondisi tubuh tetap fit selama rangkaian ibadah.
Influenza Musiman
Baca Juga : Sejumlah Rumah hingga Akses Jalan di Tirtoyudo Rusak Terdampak Longsor
Sangat dianjurkan untuk mencegah flu, terutama karena jemaah akan berada dalam kerumunan besar.
Pneumokokus
Disarankan terutama untuk jemaah lansia guna mencegah pneumonia atau radang paru-paru.
Vaksin Rutin Lain
Termasuk:
• Hepatitis A
• Hepatitis B
• Tifoid
• booster tetanus
• vaksin campak
Vaksin tambahan ini membantu mengurangi risiko sakit saat menjalani ibadah yang padat aktivitas fisik.
Kondisi Kesehatan yang Jadi Perhatian
Arab Saudi juga menetapkan sejumlah kondisi medis yang perlu mendapat perhatian serius sebelum berangkat.
Beberapa di antaranya:
• gagal ginjal stadium akhir
• gagal jantung kronis
• gangguan paru berat
• penyakit hati kronis
• gangguan neurologis dan kejiwaan berat
• lansia dengan demensia
• kehamilan risiko tinggi, terutama trimester ketiga
• TBC aktif
• pasien kanker yang sedang kemoterapi
Kondisi tersebut akan dinilai dalam pemeriksaan istithaah kesehatan, yakni kelayakan fisik untuk berhaji.
Lokasi Vaksin Jemaah Haji
Calon jemaah dapat melakukan vaksinasi di fasilitas resmi yang telah ditunjuk pemerintah, seperti:
• puskesmas yang ditunjuk
• rumah sakit rujukan haji
• klinik resmi penyedia vaksin meningitis
Demikian daftar vaksin wajib dan tambahan yang bisa menjadi rujukan untuk persiapan jemaah haji 2026. Pemerintah mengimbau vaksin dilakukan jauh hari sebelum masuk asrama haji agar tubuh memiliki waktu cukup membentuk antibodi secara optimal. Semoga informasi ini membantu ya.
