Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Unisma Bangun Daya Saing Mahasiswa Lewat Kompetisi Esai Internasional Tiga Negara

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

29 - May - 2026, 10:29

Placeholder
Unisma kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui partisipasi dan kolaborasi dalam kegiatan 2026 International English Essay Writing Contest (ist)

JATIMTIMES - Kemampuan mahasiswa Indonesia menembus forum akademik internasional dinilai tidak lagi cukup hanya mengandalkan kemampuan bahasa Inggris dasar. Perguruan tinggi kini menghadapi tantangan lebih besar, yakni membangun daya saing mahasiswa dalam menyampaikan gagasan kritis, membaca isu global, sekaligus berargumentasi di ruang akademik lintas negara. Tantangan itu menjadi sorotan dalam ajang 2026 International English Essay Writing Contest yang mempertemukan mahasiswa dari Indonesia, Taiwan, Thailand dan digelar belum lama ini.

2

Melalui kolaborasi antara Universitas Islam Malang (Unisma), National Pingtung University, dan Rajamangala University of Technology Thanyaburi, kompetisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang lomba menulis, tetapi memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi Asia mulai serius membangun ekosistem akademik internasional yang menuntut kemampuan berpikir analitis dan komunikasi global mahasiswa.

Baca Juga : Heboh Dugaan Riset Palsu demi Jalan-Jalan ke Eropa, Pemerintah dan Kampus Buka Suara

Di tengah derasnya transformasi digital dan kompetisi sumber daya manusia internasional, kemampuan menyusun argumentasi akademik dalam bahasa Inggris kini menjadi instrumen penting dalam menentukan daya saing lulusan perguruan tinggi. Karena itu, tema yang diangkat dalam kompetisi tidak berhenti pada persoalan linguistik, melainkan menyentuh isu strategis seperti cybersecurity, masa depan pendidikan digital, teknologi dalam kehidupan sehari-hari, hingga peran generasi muda sebagai agen perubahan.

Vice Rector of Academic and Collaboration Affairs Unisma, Assoc. Prof. dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., menilai forum internasional seperti ini menjadi ruang penting untuk mengukur kesiapan mahasiswa menghadapi kompetisi akademik global yang semakin ketat.

1

“Mahasiswa saat ini dituntut bukan hanya mampu berbahasa Inggris, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan secara kritis, logis, dan relevan terhadap persoalan dunia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya pergeseran orientasi pendidikan tinggi. Jika sebelumnya kemampuan bahasa asing lebih banyak diposisikan sebagai kompetensi pendukung, kini kemampuan komunikasi akademik internasional menjadi kebutuhan utama dalam membangun reputasi lulusan di tingkat global.

Kompetisi yang diikuti mahasiswa dari tiga negara itu sekaligus memperlihatkan bagaimana kampus-kampus Asia mulai membangun pola kolaborasi baru berbasis penguatan kapasitas intelektual mahasiswa. Forum akademik internasional tidak lagi hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial kerja sama antaruniversitas, tetapi menjadi sarana menguji kualitas pemikiran mahasiswa dalam membaca persoalan dunia modern.

Dalam proses penilaian, peserta memperoleh evaluasi langsung dari juri internasional terkait kualitas argumentasi, organisasi tulisan, kedalaman analisis, penggunaan bahasa, hingga kemampuan menyusun perspektif kritis terhadap isu global. Sistem evaluasi tersebut dinilai penting karena mahasiswa tidak hanya berkompetisi mengejar penghargaan, tetapi juga belajar memahami standar akademik internasional.

Head of the Department of Applied English NPTU Taiwan, Assoc. Prof. Dr. Yi-Ching Pan, menyebut kolaborasi lintas negara semacam ini penting untuk membangun budaya akademik global di kawasan Asia.

“Kegiatan ini memberi kesempatan mahasiswa memahami cara berpikir internasional dan memperluas perspektif akademik mereka,” katanya.

Baca Juga : Cara MAN 2 Kota Malang Buat Sapi Jadi Tenang, Pakai Adab Ihsan Penyembelihan 35 Hewan Kurban

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam forum tersebut ialah masih adanya kesenjangan kemampuan komunikasi akademik mahasiswa di tingkat internasional. Banyak mahasiswa dinilai mampu memahami teori, tetapi belum terbiasa menuangkan gagasan secara argumentatif dan sistematis dalam bahasa Inggris akademik.

Karena itu, kompetisi esai internasional dipandang sebagai ruang latihan yang relevan untuk membangun keberanian intelektual mahasiswa. Mereka dipaksa tidak hanya menulis, tetapi juga mempertahankan logika berpikir melalui tulisan yang dapat dipahami audiens internasional.

Mahasiswa Unisma sendiri berhasil menunjukkan capaian kompetitif dalam ajang tersebut. Nafisah Karim meraih penghargaan second place, sementara Reika Khoirotin Nabila serta Muhammad Haidar Iskandar memperoleh third place dan Outstanding Award.

Prestasi itu menjadi indikator bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi bersaing di ruang akademik global ketika memperoleh akses terhadap ekosistem pembelajaran internasional yang tepat. Pada saat yang sama, capaian tersebut juga menjadi catatan penting bagi perguruan tinggi untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Inggris akademik yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir kritis dan literasi global.

Kolaborasi antara Unisma, RMUTT Thailand, dan NPTU Taiwan diproyeksikan terus berkembang dalam bentuk program akademik internasional lainnya. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi kini bergerak menuju substansi penguatan kualitas intelektual mahasiswa, bukan lagi sekadar simbol kerja sama antarkampus.


Topik

Pendidikan unisma universitas islam malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan