Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Ramai, Curhatan Nadhif Basalamah Alami Pelecehan Seksual di Media Sosial

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

28 - Jun - 2026, 17:27

Placeholder
Musisi Nadhif Basalamah. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Nama musisi Nadhif Basalamah ramai menjadi perbincangan di media sosial setelah mengungkap pengalaman tak menyenangkan yang selama ini dialaminya. Lewat akun X pribadinya, pelantun "Kota Ini Tak Sama Tanpamu" itu mengaku menjadi sasaran pelecehan seksual secara verbal di dunia maya hingga membuat kondisi mentalnya terganggu.

Dalam unggahannya, Nadhif mengaku membutuhkan keberanian besar untuk akhirnya menceritakan apa yang dialaminya.

Baca Juga : Mengenal Kain Geringsing, Warisan Budaya Desa Tenganan Bali yang Dipercaya Tolak Bala

"Aku enggak tahu apakah benar untuk bersuara, dan aku gemetar saat mengetik ini. Namun, jumlah pelecehan yang aku terima secara online di sini di X dan Tiktok sudah enggak tertahankan lagi," kata Nadhif.

Ia mengatakan selama ini memilih diam. Namun, komentar-komentar bernada seksual yang terus bermunculan membuatnya merasa perlu memberikan penjelasan kepada publik mengenai situasi yang sedang dihadapi.

Curhatan Nadhif muncul setelah beredar sejumlah tangkapan layar berisi komentar yang mengarah pada objektifikasi dan pelecehan seksual secara verbal.

Salah satu tangkapan layar pelecehan seksual yang dialami Nadhif. (Foto: X)

Salah satu tangkapan layar pelecehan seksual yang dialami Nadhif. (Foto: X)

Beberapa komentar yang ramai diperbincangkan di antaranya berbunyi "IM ON PREP", kemudian "Salah satu orang yang buat gw coli ngebayangin dia," hingga komentar lain yang bernada vulgar.

Komentar semacam itu dinilai telah melampaui batas interaksi wajar di media sosial karena menjadikan tubuh maupun sosok seseorang sebagai objek fantasi seksual tanpa persetujuan.

Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa pelecehan seksual tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga dapat berlangsung melalui ruang digital. Bentuknya bisa berupa komentar, candaan seksual, pesan pribadi yang tidak diinginkan, hingga objektifikasi terhadap seseorang.

Tekanan yang terus datang membuat Nadhif mengaku mulai mempertanyakan posisinya sebagai figur publik. Bahkan ia menyebut lebih memilih meninggalkan dunia hiburan apabila perlakuan seperti itu dianggap sebagai konsekuensi menjadi seorang artis.

Baca Juga : 8 Hidden Gem Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi Saat Libur Sekolah, Suasananya Masih Asri

"Kalau kalian bilang ini merupakan bagian konsekuensi dari menjadi publik figur, aku lebih baik berhenti," ucapnya.

Pernyataan tersebut memicu simpati dari banyak pengguna media sosial. Mereka menilai pelecehan seksual tidak bisa dibenarkan hanya karena seseorang berstatus publik figur.

Dalam unggahan yang sama, Nadhif juga meluruskan berbagai asumsi yang berkembang di media sosial. Ia menegaskan tidak memiliki persoalan dengan komunitas tertentu yang belakangan kerap dikaitkan dengannya.

"Bukan berarti aku punya masalah dengan komunitas itu sama sekali, aku bukan anti (antisekutu), tetapi aku punya banyak teman dari komunitas itu dan aku sangat menghormati mereka. Fakta bahwa ini terus-menerus terjadi membuatnya semakin buruk," lanjut Nadhif.

Menurutnya, persoalan utama bukan berasal dari identitas kelompok tertentu, melainkan perilaku sebagian orang yang terus melontarkan komentar bernuansa seksual hingga membuatnya merasa tidak nyaman.

Di akhir pernyataannya, Nadhif berharap ruang digital bisa menjadi tempat yang lebih sehat bagi siapa pun. Ia meminta pengguna media sosial menghentikan tindakan yang menurutnya sudah masuk kategori pelecehan. "Ini tidak boleh begini teman-teman. Tolong berhenti melakukannya," pungkasnya.


Topik

Peristiwa Nadhif basalamah pelecehan seksual pelecehan yang seksual verbal



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya