Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Inflasi Kota Malang Juni 2026 Capai 3,16 Persen, Harga Emas hingga BBM Jadi Pemicu

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

01 - Jul - 2026, 18:10

Placeholder
Seorang ojol saat mengisi BBM di SPBU Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Laju inflasi di Kota Malang kembali menguat pada Juni 2026. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok hingga biaya transportasi membuat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) mencapai 3,16 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,11 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Juni 2026 berada di angka 111,77. Sementara itu, inflasi bulanan (month to month/m-to-m) tercatat 0,43 persen. Dedangkan inflasi sejak awal tahun (year to date/y-to-d) mencapai 1,66 persen.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Gencarkan Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah

Kenaikan harga emas perhiasan, bensin, beras, minyak goreng, hingga tarif angkutan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Kota Malang sepanjang Juni 2026. Di sisi lain, turunnya harga telur ayam ras, tomat, dan sejumlah komoditas sayuran membantu menahan laju kenaikan inflasi agar tidak lebih tinggi.

“Inflasi Juni 2026 secara tahunan mencapai 3,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 111,77. Kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran, terutama makanan, transportasi, kesehatan, hingga perawatan pribadi,” ungkap Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin, Rabu (1/7/2026).

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan mencapai 12,72 persen. Disusul kelompok transportasi sebesar 3,98 persen, kesehatan sebesar 3,74 persen, makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,24 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,17 persen.

Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,91 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,71 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 1,78 persen.

BPS mencatat, komoditas yang paling dominan mendorong inflasi tahunan di Kota Malang antara lain emas perhiasan, bensin, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, jeruk, daging sapi, vitamin, telepon seluler, sigaret kretek tangan (SKT), cabai rawit, dan angkutan udara.

Sebaliknya, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga dan menahan laju inflasi. Di antaranya telur ayam ras, tomat, kacang panjang, labu siam, sabun cair pencuci piring, televisi berwarna, buncis, sawi putih, udang basah, serta ikan mujair.

Dari sisi kelompok pengeluaran, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi tahunan dengan andil 0,92 persen. Kemudian diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,83 persen, serta transportasi sebesar 0,51 persen.

Baca Juga : Viknes Waren Mahaputra Tampil di Runway Jacquemus, Perkuat Kiprah Model Indonesia

Khusus pada Juni 2026, kenaikan harga bensin menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,22 persen, disusul bawang merah, angkutan udara, bawang putih, telepon seluler, jeruk, dan beras.

Sementara itu, beberapa komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, udang basah, dan emas perhiasan justru memberikan andil terhadap deflasi bulanan. “Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Juni 2026 antara lain emas perhiasan, bensin, beras, minyak goreng, bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, jeruk, hingga angkutan udara. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain telur ayam ras, tomat, kacang panjang, labu siam, dan udang basah,” imbuhnya.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, inflasi Kota Malang menunjukkan tren meningkat. Pada Juni 2024 inflasi tahunan tercatat 2,02 persen, naik menjadi 2,11 persen pada Juni 2025, dan kembali meningkat menjadi 3,16 persen pada Juni 2026.

Begitu pula inflasi sejak awal tahun yang naik dari 0,57 persen pada Juni 2024 menjadi 1,32 persen pada Juni 2025, lalu mencapai 1,66 persen pada Juni 2026.


Topik

Ekonomi Inflasi Kota Malang Juni 2026 BPS Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi