Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Unikama Berangkatkan 618 Mahasiswa KKN 2026, Perluas Pengabdian hingga Malaysia

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

03 - Aug - 2026, 13:22

Placeholder
Unikama memberangkatkan 618 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 (ist)

JATIMTIMES – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) memberangkatkan 618 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026, Senin (3/8/2026). Selain diterjunkan di sejumlah wilayah Kabupaten Malang, tahun ini Unikama juga kembali mengirim mahasiswa untuk mengikuti KKN internasional di Kampung Payah Dalam, Malaka, Malaysia sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi perguruan tinggi.

Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si, mengatakan KKN merupakan mata kuliah wajib yang hingga kini belum memiliki pengganti dalam bentuk satuan kredit semester (SKS). Karena itu, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah.

1

Menurutnya, KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi perjalanan intelektual, sosial, kemanusiaan, sekaligus pembentukan karakter mahasiswa melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

Baca Juga : Politik Riang Gembira di Piala Presiden Elite 2026 dan Pesan Maruarar Sirait pada Bulan Agustus

"Tema KKN tahun ini adalah berintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan. Mahasiswa tidak boleh bekerja sendiri, tetapi harus mampu berkolaborasi sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Prof. Sudi menjelaskan, keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari dampak yang dirasakan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya. Ia berharap mahasiswa mampu menghadirkan solusi sesuai bidang keilmuan masing-masing, mulai dari pendampingan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital, promosi potensi wisata desa melalui media sosial, hingga penguatan sektor pendidikan.

2

"Saya yakin mahasiswa dapat menjadi dinamisator sekaligus katalisator percepatan pembangunan di desa. Apa yang mereka pelajari di kampus harus bisa diterapkan untuk membantu masyarakat," katanya.

Ia juga menegaskan Unikama terus mendorong pelaksanaan KKN bertaraf internasional. Tahun ini sebanyak 15 mahasiswa mengikuti KKN di Malaysia. Kesempatan tersebut terbuka bagi seluruh mahasiswa selama memenuhi persyaratan akademik dan siap menanggung sebagian biaya hidup selama menjalani program di luar negeri.

"Semua mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk mengikuti KKN internasional. Ada persyaratan akademik yang harus dipenuhi dan memang ada konsekuensi biaya hidup yang ditanggung mahasiswa. Namun selama mereka siap, tentu kami memberikan kesempatan tersebut," jelasnya.

3

Menurut Prof. Sudi, penilaian mahasiswa KKN internasional tetap menggunakan standar yang sama dengan KKN di dalam negeri melalui evaluasi dosen pendamping dari lokasi kegiatan maupun dari Unikama.

Selain itu, Unikama juga berupaya memberikan dampak ekonomi melalui pelaksanaan KKN dengan memanfaatkan angkutan kota sebagai transportasi mahasiswa menuju lokasi pengabdian. Selain karena lokasi KKN masih mudah dijangkau transportasi umum, langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan pengemudi angkot yang kini menghadapi persaingan dengan transportasi berbasis aplikasi.

"Kami ingin kegiatan KKN juga memberikan multiplier effect. Angkot yang digunakan mahasiswa diharapkan ikut menggerakkan perekonomian para sopir angkutan umum," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP3M) Unikama, Prof. Mujiono, M.Pd, menjelaskan sebanyak 618 mahasiswa yang diberangkatkan terdiri atas 476 mahasiswa reguler, 100 mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) karyawan, 27 mahasiswa program Pre-Form, serta 15 mahasiswa peserta KKN internasional di Kampung Payah Dalam, Malaka, Malaysia.

Baca Juga : Tingkat Pendidikan Perempuan di Kota Batu Membaik, Lulusan SMA Ke Atas Tembus 46,88 Persen

Ia menjelaskan, program KKN internasional tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Persatuan Warisan Anak Jawa (PERWAJA) di Malaysia serta perguruan tinggi mitra. Salah satu fokus kegiatan mahasiswa adalah membantu revitalisasi budaya masyarakat setempat.

"Program KKN internasional ini bukan yang pertama. Sebelumnya sudah pernah dilaksanakan melalui skema MBKM, sedangkan tahun ini dipadukan dengan program PLP," ujarnya.

Untuk pelaksanaan di dalam negeri, mahasiswa ditempatkan di empat kecamatan di Kabupaten Malang, yakni Wagir, Pakisaji, Tajinan, dan Singosari. Sementara peserta program RPL ditempatkan di Kecamatan Pakis.

Prof. Mujiono mengatakan seluruh program kerja mahasiswa disusun berdasarkan hasil observasi lapangan setelah mengikuti pembekalan. Program tersebut mengacu pada lima pilar utama, yakni pemberdayaan ekonomi desa, pelestarian muatan lokal, penguatan pendidikan dan sumber daya manusia, inovasi teknologi, serta lingkungan dan kesehatan.

Sebelum diterjunkan ke lokasi, mahasiswa juga memperoleh pemaparan dari Bappeda Kabupaten Malang mengenai arah kebijakan pembangunan daerah. Selain itu, para camat dari wilayah sasaran turut menjelaskan potensi desa sekaligus berbagai persoalan yang dapat menjadi fokus program mahasiswa selama KKN.

"Harapannya, program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat atau society needs sehingga keberadaan mahasiswa memberikan manfaat nyata bagi desa," jelasnya.

KKN Unikama 2026 berlangsung selama satu bulan, mulai 3 Agustus hingga 3 September 2026. Selama periode tersebut mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program-program yang tidak hanya selesai saat masa KKN berakhir, tetapi juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.


Topik

Pendidikan unikama kkn prof sudi dul aji kkn unikama



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan