Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan di Meja DPR, Suntikan Rp20 Triliun Mulai Dihitung

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

11 - Jan - 2026, 13:44

Placeholder
Anggota Komisi IX DPR RI, Gamal Albinsaid (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Skema pemutihan tunggakan iuran BPJS Kesehatan kembali masuk meja pembahasan DPR RI. Isu lama, tapi taruhannya besar, yakni terkait keberlanjutan jaminan kesehatan nasional. Anggota Komisi IX DPR RI, dr Gamal Albinsaid, mengungkapkan bahwa pemerintah bersama DPR tengah menyiapkan mekanisme pemutihan dengan kriteria tertentu, lengkap dengan dukungan anggaran negara yang nilainya tak kecil.

Menurut Gamal, persoalan tunggakan iuran BPJS Kesehatan memang sudah lama menjadi simpul masalah. Karena itu, DPR mendorong solusi yang tidak sekadar tambal sulam. Salah satunya melalui kebijakan pemutihan bagi peserta yang benar-benar memenuhi syarat. 

Baca Juga : Dies Natalis FK UB ke 52 dan Kunci Perubahan: Alumni Bicara Peran

“Pemutihan itu dibahas. Ada kriteria-kriteria tertentu yang memungkinkan masyarakat mendapatkan kebijakan tersebut,” ujarnya saat ditemui di Universitas Brawijaya (UB), Minggu, (11/1/2026).

Kriteria itu, kata Gamal, tidak bersifat tunggal. Pemerintah mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi peserta secara menyeluruh. Salah satu indikator yang digunakan adalah kelompok kesejahteraan atau quintile, yang menggambarkan posisi ekonomi keluarga. 

Di luar itu, kondisi keluarga peserta juga menjadi variabel penting, termasuk status kepesertaan, kondisi anggota keluarga, hingga faktor-faktor lain yang relevan secara administratif maupun sosial.

Tak berhenti di soal pemutihan, DPR juga menaruh perhatian serius pada kualitas layanan BPJS Kesehatan. Koordinasi dengan BPJS terus dilakukan, terutama untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal di lapangan. “Peningkatan kualitas layanan itu penting, termasuk memperkuat peran promotif dan preventif agar biaya BPJS bisa ditekan,” kata Gamal.

Pendekatan promotif-preventif ini dinilai krusial. Logikanya sederhana: masyarakat yang lebih sehat akan mengurangi beban klaim layanan kuratif yang mahal. Dengan kata lain, investasi di pencegahan adalah cara paling rasional untuk menjaga keuangan BPJS tetap bernapas panjang.

Soal anggaran, DPR tak menutup mata. Gamal mengungkapkan bahwa pembahasan anggaran pemutihan sudah masuk tahap serius. “Kalau tidak salah, ada angka sekitar Rp20 triliun yang sedang dipersiapkan dan dibahas lebih lanjut,” ungkapnya. 

Baca Juga : Ditinggal ke Tetangga, DapurHangus Terbakar

Angka tersebut masih akan dikaji secara mendalam untuk memastikan tepat sasaran dan tidak membebani fiskal secara sembrono. Bagi DPR, dukungan pembiayaan pemerintah menjadi kunci utama keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional. Tanpa intervensi negara, beban tunggakan dan pembiayaan layanan berisiko terus membesar. 

Last but not least, dukungan pembiayaan pemerintah itu penting untuk sustainability program ini ke depan,” tegas Gamal.

Pembahasan pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan ini diharapkan menjadi titik balik. Bukan hanya menyelamatkan peserta dari beban iuran masa lalu, tetapi juga memastikan sistem jaminan kesehatan nasional tetap adil, manusiawi, dan berkelanjutan.


Topik

Peristiwa bpjs kesehatan tunggakan bpjs kesehatan dpr



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Lamongan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa